Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
19 februari 2008 04:47
Laksamana Cheng Ho Mulai Syuting di Indonesia
Jakarta- Film Laksamana Cheng Ho yang dibintangi mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dan mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Saifullah Yusuf gagal ditayangkan pada Januari 2008, seperti rencana semula. Kendala diplomasi membuat proses syuting film tersebut terhambat. Bambang Pri, production manager PT Jupiter Global Film, perusahaan film yang khusus menangani di Indonesia, mengatakan bahwa rencana syuting di Indonesia mengalami kendala. "Ada persoalan antarnegara yang mesti diselesaikan dulu. Tapi, itu sudah diselesaikan Pak Yusril," kata Bambang.
Dia tidak menjelaskan kendala yang dialami secara mendetail. Hanya, Bambang menceritakan, film tersebut merupakan kerja sama tiga negara, Indonesia, Thailand, dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Syuting di Thailand dan Tiongkok sudah mulus dijalankan. Hanya syuting di Indonesia yang tersendat. "Ada masalah semacam diplomasi. Pak Yusril yang tahu," tambah Bambang.
Seharusnya, syuting di Indonesia sudah dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2007. Dengan demikian, awal Januari 2008 filmnya bisa ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta tanah air. Film tersebut juga akan ditayangkan oleh televisi Tiongkok, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Turki.
"Kami baru bisa syuting pertama di Indonesia pada 25 Februari mendatang," jelas Bambang. "Syutingnya dilakukan di studio di Kemayoran dan Pantai Pangandaran," sambungnya.
Kapan mulai ditayangkan? Bambang belum bisa memastikan. Namun, dalam blog-nya di internet, www.yusril.ihzamahendra.com, Yusril mengatakan, film kolosal 32 episode dengan masa tayang 50 menit per episode itu akan tayang pada akhir Maret tahun ini di salah satu stasiun TV nasional.
"Bersamaan dengan itu, DVD film ini dengan pilihan bahasa dan subtitel juga akan memasuki pasar di berbagai negara," papar Yusril.
Pengambilan gambar film tersebut paling banyak dilakukan di Thailand dan Tiongkok. Syuting di Indonesia sebenarnya hanya 20 persen dari bagian film itu. Film tersebut dikerjakan Kantana Ltd, perusahaan film terkemuka Thailand; PT Jupiter Global Film dari Indonesia; dan Heng Dian Movie Corporation dari Tiongkok.
Yusril menjadi pemeran utama, Laksamana Cheng Ho. Sedangkan Saifullah Yusuf menjadi Raja Majapahit Wikramawardhana. Pemain di film tersebut berasal dari berbagai negara, yakni Thailand, Indonesia, Tiongkok, Vietnam, Kamboja dan Malaysia.
Sumber : www.fajar.co.id Kredit foto : mixedfighting.blogspot.com