Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 november 2009 05:00
Budaya Indonesia Minim, Hanya Bersifat Ritual
Medan, Sumatra Utara - Optimalisasi peran budayaIndonesia masih minim bahkan peran budaya daerah hanya dipakai pada acara tertentu bersifat ritual atau seremonial. Akibatnya, bangsa Indonesia tidak mampu menggali budayanya sendiri dalam konteks pembangunan budaya sebagai jati diri bangsa di mata dunia.
Hal itu diungkapkan Kepala Pusat BadanRiset Ketahanan Nasional (BRKN) Indonesia, Indra Sakti Harahap ST. MSi dalam seminar “Meningkatkan Nilai-nilai Kebangsaan Melalui Daya Saing Kultur Kebudayaan Bangsa Indonesia terhadap Budaya Barat”, Kamis (29/100 di Hotel Dhaksina Medan.
Kegiatan diikuti para pelajar SMU, Ormas. LSM dan guru - guru tersebut, diselenggarakan oleh Konsorsium Komunikasi Strategi Bangsa (KKSB) Sumut bekerjasama dengan Dirjen Kesbang Pol Depdagri.
Lebih lanjut, Indra Sakti didampingi moderator, Ketua KKSB Sumut, Taufik Siregar SH, MHum mengatakan kondisi tersebut sudah mulai nampak dalam kenyataan hidup sehari-hari masyarakat Indonesia bahkan prilaku kita sepertinya cenderung tidak berbudaya.
Padahal bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam budaya bangsa. Banyaknya budaya tersebut seharusnya Indonesia bisa menjadi pemegang peran di dunia.
“Tidak mau menggali dan melestarikan budaya sendiriakibatnya ketika budaya kita diambil negara lain, baru mulai nampak kepemilikan budaya Indonesia,” ungkap Indra Sakti seraya mengatakan budaya sebenarnya alat komunikasi yang memiliki seni kultur sendiri yang harus dijaga dan dipertahankan.
Pencetus Persatuan
Dia juga mengatakan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia seharusnya tidak hanya sebatas pelaksanaan ritual seperti pada saat perkawinan namun lebih dari itu bisa menjadi pencetus persatuan dan kesatuan dalam membangun komponen ketahanan bangsa Indonesia.
Sebelumnya, Dirjen Kesbang Pol Depdagri diwakili Drs Hendarianto MM ketika membuka kegiatan itu,menyatakan memudarnya apresiasi terhadap budaya sendiri diantaranya disebabkan pengaruh budaya asing dan fenomena pengaruh tataran domestik dan global yang dihadapi bangsa Indonesia.
Untuk menjaga agar semangat kepemilikan budaya kita tetap eksis, ungkapnya, diperlukan empat pilar yakni memegang teguh Pancasila sebagai ideologi, UUD 195, Bhinneka Tungga Ika dan berpegang teguh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai sebuah konseksi dalam konteks kewilayahan dan kedaulatan. (twh)