Close
 
Selasa, 14 Juli 2026   |   Arbia', 28 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 199
Hari ini : 10.444
Kemarin : 26.610
Minggu kemarin : 264.494
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 mei 2007 07:27

Juni, MMI Launching Hitam Putih 2007

Pekanbaru- Tahun ini Malay Music Institute yang didukung oleh Dinas Kebudayaan, Kesenian & Pariwisata Provinsi Riau kembali akan menggelar event akbar Riau Hitam-Putih  International World Music Festival (IWMF) 2007, di Pekanbaru. Dalam pelaksananan Riau Hitam-Putih tetap mengedepankan tradisi Melayu.

Demikian diungkapkan Manager Produksi MMI Pekanbaru, “Riau Hitam-Putih Internasional World Music Festival tahun 2007,” Hari Sandra Hasan, dalam wawancaranya dengan wartawan, Senin (28/5) ketika ditemui di Hotel Dyan Graha Pekanbaru.

Pergelaran itu sendiri akan berlangsung pada tanggal 26–28 Juli 2007 dan akan menghadirkan grup–grup musik dari dalam dan luar negeri seperti, Field Players & Red White Bottom–Kuala Lumpur, Komunitas Maestro–NAD, Dewan Kesenian Lampung, Gilang Ramadhan (Nera)–Jakarta, De` Lima Malay Youth–Singapura, Trio Dingo–Australia, Grup Musik dari Venezuela, Dubai, India, Filipina, Thailand, utusan dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan lain–lain.

Diharapkan Riau Hitam–Putih (IWMF) ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap kelestarian musik tradisi dan mensinergikannya dengan musik kontemporer yang kian berkembang. Saat ini pihaknya telah merencanakan bakal menggelar launching pada tanggal 15 Juni mendatang.

Lebih lanjut Hari Sandra Hasan menjelaskan, sebenarnya Riau Hitam–Putih IWMF adalah salah satu event world music terbesar saat ini di pulau Sumatera. Event yang diprakarsai Bapak OK. Pulsiamitra ini, awalnya bernama persembahan hitam-putih yang dilaksanakan pada tahun 2002 di Gedung Olah Raga Tri Buana Pekanbaru, Riau.

Saat itu acara masih berskala nasional yang diikuti oleh beberapa daerah seperti, Medan, Dumai, Bengkalis, Pekanbaru, Siak, Sumatera Barat (Sumbar) dan bintang tamu Fariz RM (Jakarta). Pada tahun 2003, OK. Pulsiamitra bersama Ben M Pasaribu dan Rino Deza Pati, MBY membentuk sebuah lembaga yang diberi nama Malay Music Institute (MMI), sebuah lembaga yang khas dalam bidang pendokumentasian, pelestarian dan pengembangan musik Melayu.

Pada tahun 2004 Malay Music Institute (MMI) mengadopsi persembahan hitam-putih dan merubahnya menjadi event world music yang berskala internasional dengan nama Riau Hitam–Putih International yang dilaksanakan setiap tahun pada minggu ketiga di bulan Juli.

Beberapa grup/musisi yang pernah mengikuti ajang ini antara lain, PAN Sumatran–Medan (2004), G-3 Ansamble–Padang Panjang Sumbar (2004), Sapto Raharjo–Indonesia (2004– 2005), La-Here–Makasar (2004), De` Lima Malay Youth–Singapura (2004), Ron Reeves–Australia (2004), Dj. saKana & Rene T. L–USA (2004), Bandar Serai Orkestra–Pekanbaru (2004), Red White Bottom–Kuala Lumpur (2005), Djaduk Ferianto–Jogja (2005), Vincent Mc Dermott–USA (2005), Bob Khalil–Kuala Lumpur (2005), Komunitas Maestro–NAD (2005), Riau Rhythm Chambers–Pekanbaru (2004–2006), Field Players–Kuala Lumpur (2005–2006), Geliga–Pekanbaru (2005), Sri Gemilang Feat, Opie Andaresta–Jakarta (2006), Talago Buni–Sumbar (2006), Irama Asli–Thailand (2006), Insidental Music–Medan (2006), Harry Toledo & Friend–Jakarta (2006), Soichi Iwamoto & Michael Asmara–Jepang/Indonesia (2006), Krakatau–Jakarta (2006), Edward Van Ness–USA (2006) dan lain–lain.

Sumber: Bang Rusli.net (dengan pengolahan seperlunya)


Dibaca : 1.954 kali.

Tuliskan komentar Anda !