Close
 
Kamis, 30 April 2026   |   Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 384
Hari ini : 9.934
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 maret 2008 04:42

Tahun 2009, Pemprov Riau Tetap Fokus K2I

Tahun 2009, Pemprov Riau Tetap Fokus K2I

Pekanbaru- Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, Selasa (25/3), secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Riau. Musrenbang ini dilaksanakan guna membahas berbagai program-program pembangunan Riau tahun 2009 mendatang. Ada tujuh sektor yang menjadi fokus utama Riau dalam tahun 2009.

Tujuh fokus yang menjadi perhatian Riau tahun 2009 mendatang di antaranya penyediaan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), revitalisasi sektor pertanian, pengembangan kebudayaan Melayu, pembangunan sektor kepariwisataan.

Dalam acara itu, ditandatangani tiga nota kesepakatan. Pertama, kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tentang pengembangan manajemen pemerintah daerah. Kedua, nota kesepakatan tentang perjanjian kerja sama pembangunan antara Pemprov Riau dengan pemerintah daerah kabupaten/kota se-Riau. Ketiga, nota kesepakatan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan antara enam bupati/wali kota di Riau dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

Menurut gubernur, untuk bidang peningkatan ekonomi pemerintah provinsi tetap fokus pada penguatan modal usaha, redistribusi aset, pelayanan keperluan dasar masyarakat, networking pasar, penguatan teknologi dan keterampilan masyarakat. Di bidang peningkatan kualitas SDM berupa peningkatan mutu pendidikan dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, pelayanan dasar pendidikan seperti wajib belajar sembilan tahun, kualitas, kuantitas dan kesejahteraan guru dan penguatan kurikulum.

Sementara di bidang infrastruktur seperti, penyediaan infrastruktur pedesaan, pemeliharaan dan peningkatan jalan, dan jembatan. “Ketiga sektor ini tetap menjadi perhatian, karena persoalan utama Provinsi Riau saat ini memang pada ketiga sektor ini,” tutur gubernur.

Pada dasarnya, strategi dan kebijakan pembangunan Riau dewasa ini dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama yaitu pro-bisnis yang berorientasi pada pengembangan investasi, pro-poor dan ketiga pro-job yang dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat. Pendekatan melalui investasi lebih ditekankan pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang dapat menciptakan kesempatan kerja yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Disebutkan gubernur, di bidang SDM misalnya, penduduk usia 10 tahun ke atas yang tidak tamat dan tamat Sekolah Dasar (SD) mencapai 54,23 persen, pelayanan kesehatan belum memadai dan tingkat pengangguran terbuka mencapai 10,39 persen. Begitu juga di bidang infrastruktur, Riau mengalami ketertinggalan melalui kurun waktu yang cukup panjang. Apalagi dana perimbangan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas pada enam tahun terakhir belum mampu secara signifikan memacu ketertinggalan Riau.

Dalam acara itu, inspektur utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Drs Bagus Rumbogo, Kepala BPKP RI Didi Widayadi dan Dirjen Bangda Departemen Dalam Negeri (Depdagri) H Syamsul Arif turut menyampaikan berbagai pandangan tentang pembangunan di Indonesia.

Sumber : www.riaupos.com
Kredit foto : www.wisatamelayu.com


Dibaca : 2.892 kali.

Tuliskan komentar Anda !