Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 1.629
Hari ini : 21.984
Kemarin : 25.766
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

14 juni 2007 04:50

Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Rp108 T

Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Rp108 T

Gubri dan Menteri Besar Melaka Bertemu

Kuala Lumpur- Pemerintah Provinsi Riau dan Kerajaan Negeri Melaka, Senin (11/6) melakukan pertemuan khusus membahas program-program kerja sama sektor swasta (private sector) bidang ekonomi-bisnis.

Pembicaraan yang ditaja khusus dalam pertemuan Majelis Taklimat dan Perbincangan Dua Hala Kerajaan Negeri Melaka dan Provinsi Riau  di Impiana Hotel Kuala Lumpur itu, baik Gubri HM Rusli Zainal maupun Menteri Besar Melaka Dato H Ali Rustam sepakat bahwa kedua pemerintahan kawasan bertetangga ini akan mendorong sepenuhnya terjadinya percepatan-percepatan kerja sama dan investasi private sector tersebut.

”Kalau dulu, kita hanya lakukan MoU saja tanpa program yang konkret. Kini, yang kita inginkan adalah program-program tersebut benar-benar dilaksanakan. Kita memberikan dorongan dan sokongan bagi pertumbuhan private sector ini,” ujar Gubri.

Begitu juga dengan Menteri Besar Dato Ali Rustam juga mengungkapkan bahwa saat ini antara Riau dan Melaka tidak  perlu lagi terjebak dalam kerja sama “persahabatan” yang tidak konkret, tapi pihak kerajaan benar-benar mendukung private sector kedua pihak untuk tumbuh dan berkembang. “Tak perlu lagilah kita MoU-MoU, tapi harus langsung action, ujarnya.

Kedua tokoh ini nampaknya benar-benar concern dengan peningkatan kerja sama kedua kawasan. Malah keduanya mengungkapkan bahwa rencana Riau-Melaka ini juga sudah dibicarakan di tingkat nasional, baik Indonesia maupun Malaysia.

”Ini memang sudah dibicarakan dalam forum IMT-GT, namun kita menginginkan program-program itu cepat dikonkretkan. Working group yang sudah dibentuk itu, harap memantapkan lagi rencana dan program kerjasamanya,” kata Gubri lagi.

Kepada pihak Kerajaan Melaka, Gubri meminta agar pertemuan khusus ini benar-benar ditindaklanjuti secara serius. “Riau datang dengan 12 kepala dinas, kami berharap setidaknya setiap dinas ini akan ada program yang dilaksanakan sebelum tahun 2008,” ujarnya serius.

Jembatan Internasional Dumai-Melaka

Dalam pertemuan yang dihadiri menteri-menteri dan pejabat Kerajaan Melaka itu, seorang konsultan asal Cina, Lim Sue Beng, diberi kesempatan untuk menyampaikan ekspos tentang rencana pembangunan jembatan internasional Melaka-Dumai (melalui Pulau Rupat) yang menghubungkan Semenanjung Malaysia dengan Pulau Sumatera.

Dalam pemaparannya, Lim Sue Beng menjelaskan pembangunan jembatan itu akan menempuh jarak 48,69 kilometer, dengan perkiraan biaya sekitar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp108 triliun).

Baik Gubri Rusli Zainal maupun Dato Ali Rustam, optimis bahwa rencana pembangunan infrastruktur yang bersinergi ini bisa dilaksanakan. “Kita akan menyampaikan rencana pembangunan jembatan oleh pihak swasta ini kepada Perdana Menteri. Tentu juga, pak Rusli kepada pemerintah Indonesia . Jika kedua negera setuju dengan dana swasta tersebut, kita akan wujudkan impian ini,” ujar Dato ali Rustam.

Demikian juga Gubri Rusli Zainal menjelaskan, secara umum, kerja sama dengan Melaka sudah dilaporkan ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, pihaknya akan kembali menyampaikan ide ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono. “Sebenarnya, ide ini sudah jadi agenda dalam pembahasan antar negara dalam forum IMT-GT. Jadi, ini impian bersama, impian semua pihak, yakni terbangunnya infrastruktur ASEAN. Mudah-mudahan, impian ini akan menjadi kenyataan, termasuk kerja sama private sector yang harus disegerakan,” tambahnya.  

Sementara itu, dalam laporannya, Setiausaha Kerajaan Negeri Melaka, Dato Wira Ismail Saleh memaparkan tentang kerja sama private sector  antara Melaka dan Riau secara detil. Riau dan Melaka telah merancang konkret kerjasama-kerjasama yang lebih erat dan beragam lagi di masa depan.

“Melaka dan Riau telah membicarakan --termasuk hal-hal yang sangat tehnis, untuk memastikan kebijakan-kebijakan ekonomi dapat dilaksanakan, terutama mengenai peraturan-peraturan bilateral dan multilateral yang memungkinkan untuk memudahkan private sector  melakukan investasi,” ujarnya.

Pertemuan Kepala Dinas dan Menteri-menteri Melaka

Sebelumnya pertemuan antara Riau dan Melaka ini memang diawali dengan pertemuan di tingkat kepala dinas dan menteri-menteri negeri bagian Melaka. Dari Riau, kepala badan dan dinas yang ikut di antaranya Kadis Pendidikan M Wardan, Wakil Kadis Kimpraswil Ir Firdaus, Kadis Peternakan Raja Erisman, Kadis Budsenipar Joni Irwan, Kadis Perikanan dan Kelautan Prof Tengku Dahril, Kadis Kesehatan dr Taswin Yacob, Kadis Perindustrian Ruslaini Rachman, Kadis Pemuda dan Olahraga Abdul Lafiz dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sudirno.

Dalam acara yang  juga diikuti oleh Kepada Bappeda Riau Emrizal Pakis dan Kepala Badan Promosi dan Investasi Tiolina Pangaribuan itu, kepala-kepala dinas itu langsung terlibat perbincangan serius dengan menteri-menteri terkait Melaka menyangkut bidang-bidang kerja sama yang sudah berlangsung dan yang akan dilakukan. Kerjasama-kerjasama yang selama ini baru bersifat perbincangan saja, kini dibahas detil hingga ke masalah tehnis.

Malah, untuk menindaklanjuti rancangan itu, kedua belah pihak sudah sepakat untuk mengadakan pertemuan evaluasi yang terjadwal, minimal satu bulan sekali. “Kita akan lakukan pertemuan-pertemuan untuk mengevaluasi rencana ini, juga termasuk sosialisasi yang lebih intensif lagi di level private sector atau pengusaha,” ujar Kepala BPI, Tiolina Pangaribuan. Kadis Perikanan Tengku Dahril juga menawarkan kerjasama budidaya benih Ikan Kurau dan Ikan Terubuk --yang sudah dikembangkan Riau di Pulau Rupat.

Di bidang industri bioteknologi, Ruslaini Rachman menawarkan hasil tanaman nilam dan gambir yang banyak ditanam masyarakat di Riau. Masing-masing dinas juga mengungkapkan detil tentang kerjasama lain yang bisa segera dikonkretkan seperti di bidang tenaga kerja --pelatihan dan keterampilan, bidang perdagangan, kesehatan, pendidikan termasuk pembangunan infrastruktur yang terintegrasi seperti roro, yang dibicarakan dalam sebuah pertemuan intensif selama 6 jam.

Di pihak Melaka, dipaparkan peluang-peluang kerjasama yang bisa dikembangkan, seperti di bidang pelancongan/pariwisata, industri, bioteknologi dan ICT (Information and Communication Technology).

Kerja sama konkret yang terbaru yang ditawarkan Melaka dan menarik untuk segera ditindaklanjuti adalah kerjasama di bidang bioteknologi. Melaka memiliki kemampuan berbasis teknologi modern dalam pengolahan produk-produk tanaman untuk kosmetik, herbal dan obat-obatan, namun memiliki keterbatasan suplai bahan baku .

Di antara bahan yang diperlukan pihak Melaka untuk sektor bioteknologi ini adalah cengkeh, nilam, minyak bunga melur, cempaka, kenanga, limau kesturi, limau purut dan kayu manis.

Selain itu, dibicarakan juga penjualan benih kultur tisu untuk pohon-pohon herbal auromatic dan  pisang.

Sumber : Riau Pos


Dibaca : 3.612 kali.

Tuliskan komentar Anda !