Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.064
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 sepember 2007 06:45

Sheikh Muszaphardan, Angkasawan Muslim Pertama

Sheikh Muszaphardan,  Angkasawan Muslim Pertama
Sheikh Muszaphar Shukor (kiri) dan Dr Faiz menjalani latihan terakhir
di pusat latihan angkasa lepas Star City, Moscow.

Kuala Lumpur- Kerajaan Malaysia memutuskan Dr Sheikh Muszaphar Shukor menjadi awak pesawat angkasa luar Soyuz 15-S. Bila rencana itu telaksana maka ia akan menjadi angkasawan ASEAN pertama, muslim pertama, dan berpuasa pertama di luar angkasa.

PM Malaysia Abdullah A Badawi, Senin (24/9) malam, mengumumkan keputusan pemerintah itu di Putrajaya. Dengan demikian, Dr Faiz Khaleed akan menjadi cadangan apabila Sheikh mendapatkan halangan pada saat-saat terakhir.

Ditegaskan oleh Badawi, baik Sheikh Muszaphar dan Faiz Khaleed, dinilai lulus untuk ikut terbang dalam penerbangan Soyuz 15-S yang direncanakan pada 10 Oktober 2007, jam 21.21 waktu Malaysia.

"Malaysia kini sudah punya dua angkasawan yang dinilai lulus dan bisa diterbangkan ke angkasa luar kapan saja," kata Badawi.

Penerbangan Soyuz 15-S memiliki awak pesawat alternatif pertama terdiri atas Yuri Malechenko dari Rusia, Peggy Whitson dari Amerika Serikat, dan Dr Sheikh Muszaphar.

Sedangkan alternatif kedua, Sharizan Sharipov (Rusia), Michael Fincke (AS) dan Dr Faiz Khaleed.

Dr Sheikh Muszaphar, 35 tahun, adalah bekas pegawai RS Universiti Kebangsaan Malaysia sedangkan Dr Faiz, 26 tahun, pernah bekerja sebagai dokter gigi di Angkatan Tentara Malaysia (ATM). Keduanya lolos seleksi dari 11.275 orang yang mengajukan sebagai calon angkasawan pada tahun 2003.

Pengiriman angkawasan Malaysia ini telah mengeluarkan biaya negara sebesar 95 juta ringgit yang merupakan bagian dari pembelian 18 pesawat tempur Sukhoi SU-30 MKM dan pesawat udara multiguna senilai 3,4 miliar ringgit yang ditandatangani di Rusia 5 Agustus 2003.

Angkasawan Malaysia yang muslim itu akan berada di luar angkasa selama 11 hari hingga 21 Oktober 2007. Dengan demikian, Sheikh Muszaphar memiliki kesempatan berpuasa di luar angkasa antara dua hingga tiga hari dan merayakan hari raya Idul Fitri di luar angkasa.

Pengurus agama Islam negara hari Senin juga sudah mengeluarkan tata cara berwudhu dan sholat di dalam pesawat angkasa luar.

Kedua calon angkawasan Asean itu kini terus menjalani latihan terakhir di pusat pelatihan angkasa luar Star City Moskow.

Sumber: www.media-indonesia.com
Kredit foto : www.bharian.com.my


Dibaca : 4.974 kali.

Tuliskan komentar Anda !