Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
25 april 2008 09:33
Padang Pecahkan Rekor Baca Asmaul Husna
Padang- Sebanyak 16.800 siswa SMP/SMA se-Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (24/4) berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan itu diberikan karena Padang menjadi kota pertama yang berhasil memecahkan rekor pembacaan asmaul husna.
Pembacaan ayat-ayat tersebut dilaksanaan di GOR H Agus Salim, Padang. Selain dihadiri oleh siswa SMP/SMA, acara tersebut juga dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang ada di kota tersebut.
Meski berhasil memecahkan rekor MURI, namun panitia setempat sebenarnya merencanakan pembacaan asmaul husna bisa dilakukan oleh sedikitnya 18 ribu siswa/i. Selain itu, direncanakan pula pembacaan tersebut diikuti sekitar 15 ribu penonton.
Walikota Padang, Fauzi Bahar, yang menerima piagam penghargaan tersebut dari MURI, mengaku sangat terharu dengan dedikasi yang diberikan para siswa. Menurut dia, rekor tersebut sangat pantas dihadiahkan kepada mereka.
Sebelum resmi dipecahkan oleh Kota Padang, rekor pembacaan asmaul husna sebelumnya dipegang oleh Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Balikpapan memegang rekor itu setelah 2.000 siswa/i di kota tersebut berhasil membacakan asmaul husna secara serentak.
Penyerahan penghargaan sendiri dilakukan disela-sela pembukaan Lomba Baca Asmaul Husna Antar SLTP/SLTA se-Kota Padang dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional dan hari pendidikan nasional tahun 2008.
Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault dan sejumlah pejabat teras Provinsi Sumbar. Selain memberikan penghargaan kepada siswa/i yang membacakan, pada kesempatan itu MURI juga memberikan penghargaan kepada panitia yang membantu pelaksanaan acara pemecahan rekor tersebut.
Dalam sambutannya, Menpora mengungkapkan kesan istimewanya terhadap acara tersebut. Menurut dia, pengenalan ayat-ayat asmaul husna sangat penting dilakukan oleh semua umat Islam. “Asmaul husna memiliki konten yang sangat bagus dan memberikan faedah yang banyak,” ucap Dault.
Dault mengungkapkan, banyak sekali dampak positif yang bisa didapatkan dari membaca asmaul husna. Di antaranya, generasi muda akan terlatih untuk hidup lebih baik dan menjauhi hal-hal yang negatif.
Bahkan, jelas Dault, jika ayat-ayat asmaul husna bisa dicerna dengan sangat baik, di dalamnya banyak sekali faedah yang bisa diterapkan dalam kehidupan. “Bisa juga untuk mencegah penyebaran narkoba dan sejenisnya,” tandas dia.
Dault berharap, dengan gerakan massal membaca asmaul husna, pemerintah ke depan bisa semakin meningkatkan kualitas hidup generasi muda. Karena, kata dia, diharapkan pada 2020 mendatang bisa menjadi tahun emas bagi generasi muda di Indonesia.
Namun sayang, acara akbar tersebut sedikit terganggu ketika banyak siswa SMA/SMP yang mengalami pingsan saat sedang berada di tengah lapangan. Diperkirakan, siswi yang pingsan mencapai ratusan orang. Mereka kemudian dibawa ke pos kesehatan yang disediakan panitia.
Sumber : www.republika.co.id (25 April 2008) Kredit foto : www.miit-toronto.org