Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.585
Hari ini : 23.148
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

15 mei 2008 06:35

Tanah dan Air Muara Takus jadi Bagian Monumen Pemuda Tanah Air

Tanah dan Air Muara Takus jadi Bagian Monumen Pemuda Tanah Air

Pekanbaru- Sempena 100 Tahun Kebangkitan Bangsa, pemerintah akan membangun Monumen Pemuda Tanah Air. Untuk Riau, perwakilannya dipercayakan kepada tanah dan air dari Candi Muara Takus.

Pemerintah berencana memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Bangsa pada 20 Mei mendatang dengan membangun Monumen Pemuda Tanah Air. Di monumen tersebut akan disatukan tanah dan air dari 33 provinsi di Indonesia. Setiap provinsi diminta mengirimkan tanah dari wilayah yang paling kuat nilai historisnya.

Untuk Provinsi Riau, terpilih tanah dan air dari kawasan Candi Muara Takus di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Proses pengambilan tanah dan air dari Muara Takus dilakukan langsung oleh Gubernur Riau HM. Rusli Zainal didampingi Wakil Bupati Kampar Teguh Sahono, Selasa (13/5).

Dalam pidato sambutannya, gubernur memaparkan alasan mengapa kawasan Candi Muara Takus yang dipilih mendapat kepercayaan mewakili Riau, menjadi bagian dari monumen yang diharapkan menjadi tonggak kebangkitan baru bagi bangsa ini. "Riau harus berbangga memiliki bukti peradaban yang tua dan maju sejak semula. Keberadaan candi muara takus yang oleh para sejarawan disebut sebagai candi tertua di Asia Tenggara menjadi alasan kuat tanah dan airnya paling berhak mewakili Riau menjadi bagian dari monumen bersejarah yang awal pembangunannya akan dilakukan pada 18 Mei mendatang," paparnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur juga mengatakan, bahwa dirinya mendapat kepercayaan mewakili seluruh gubernur dari 33 provinsi untuk menandatangani prasasti pembangunan Monumen Pemuda Tanah Air. "Ini kepercayaan bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Riau," tegasnya.

Sumber : www.riauterkini.com
Kredit Foto: Koleksi Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu dan Humas Pemprov Riau


Dibaca : 2.569 kali.

Tuliskan komentar Anda !