Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
21 mei 2008 07:17
Gawai, Kekayaan Budaya Bangsa Indonesia
Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. Cornelis, MH berharap Pekan Gawai Dayak XXII dapat dilaksanakan dengan baik walau dengan dana terbatas. Harapan itu disampaikan Cornelis saat membuka secara resmi PGD, Selasa pagi (20/5) di Rumah Betang Jalan Sutoyo Pontianak. “Berapa pun itu, bersyukurlah. Laksanakanlah gawai ini dengan baik sesuai kemampuan yang ada. Mudah-mudahan pada tahun mendatang bisa mendapat lebih,” katanya.
Cornelis dan rombongan yang disambut secara adat saat memasuki halaman Rumah Betang berharap, masyarakat Dayak dapat melestarikan adat istiadat dan kebudayaannya. Harapan itu pun ia sampaikan untuk masyarakat adat lainnya, karena kebudayaan tersebut merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
Saat memberikan sambutan, Cornelis juga menyampaikan pesan-pesan pemerintah menyangkut soal pembangunan. Berkenaan dengan makna gawai, Cornelis pun berharap masyarakat di pedesaan tidak malu untuk menjadi petani. “Petani itu pekerjaan mulia. Tidak ada petani, gubernur pun tak bisa makan nasi,” katanya sambil berseloroh.
Apalagi menurut Cornelis, beras yang diekspor dari negara lain saat ini pun informasinya akan mengalami kenaikan harga. Soal gawai, Cornelis berharap perayaan yang dilaksanakan tidak harus berhura-hura. Namun lebih dari itu, makna gawai diharapkan memanjatkan syukur dalam kemeriahan pesta yang digelar.
Sementara itu, Ketua Panitia PGD XXII Paulus Lukas Denggol menyebutkan makna gawai merupakan pesta ucapan syukur masyarakat Dayak atas panen padi yang telah dilaksanakan dan sekaligus memasukan padi ke lumbung. “Atau dalam hal ini adalah gawai merupakan ungkapan rasa syukur atas berhasilnya pekerjaan yang kita lalukan,” katanya.
Dikatakan dia, PGD tahun 2008 ini dipercayakan pelaksanaannya kepada sanggar Temonggong Bontor. Terdapat 22 materi, kata Paulus, yang dilaksanakan pada PGD kali ini. Mulai dari pameran, upacara adat, seminar, pop singer, pemilihan bujang dara, permainan tradisional, serta festival tari Dayak.
Sedangkan Ketua Sekberkesda Kalbar, Tarsisius Ifan Subandap mengatakan, PGD yang digelar selama satu minggu ini dipusatkan di Rumah Betang Jalan Soetoyo Pontianak. “Hampir seluruh sanggar yang tergabung dalam Sekberkesda jadi peserta. Bahkan kontingen dari kabupaten/kota,” katanya di Pontianak.
Selain itu, bersamaannya pelaksanaan PGD dengan Harkitnas, diharapkan Ketua DAD Kalbar Thadeus Yus dan Arya Tanjungpura yang mewakili tokoh masyarakat, dapat menjadi momentum kebangkitan masyarakat secara umum. Mereka berharap, masyarakat Dayak mampu bangkit menunjukkan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia untuk membangun negeri ini. (bas)
Sumber: www.pontianakpost.com (21 Mei 2008) Kredit Foto: www.pontianakpost.com