Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
21 juni 2007 03:04
Pelajar Akan Diwajibkan Kunjungi Museum
Jakarta- Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI akan bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI untuk mewajibkan pelajar mengunjungi museum-museum di Indonesia.
"Kemarin di DPR telah dibahas, kita akan gerakkan bersama Diknas untuk membuat surat edaran ke semua SD, semua SMP dan semua SMA bahwa wajib hukumnya mengunjungi museum atau setiap akhir semester para pelajar membuat laporan tentang dua museum," kata Menbudpar Jero Wacik usai acara peresmian Gedung Arca Museum Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Rabu (20/6).
Jero Wacik mengatakan, kunjungan ke museum juga dapat membangun karakter pelajar untuk mengetahui dan mencintai kebudayaan dan peradaban Indonesia masa silam.
Selain mewajibkan para pelajar ke museum, Depbudpar juga melakukan promosi tentang museum kepada masyarakat umum dengan melakukan pameran di mall dan pusat perbelanjaan bertema "Archeology Goes to Mall" dengan menampilkan artefak dan peninggalan sejarah.
Menbudpar mengakui semua itu dilakukan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat yang dinilai kurang untuk mengunjungi museum-museum yang jumlahnya 287 di seluruh Indonesia.
Jero Wacik mengamati animo masyarakat dalam mengunjungi museum memang ada kaitannya dengan pendapatan per kapita suatu negara.
"Saya amati memang apresiasi orang terhadap museum ada hubungannya dengan pendapatan perkapita suatu negara. Bila masyarakat suatu negara sudah sejahtera, mereka mulai mencari jati diri dengan mengunjungi museum," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Jero Wacik melihat banyak wisatawan mancanegara terutama dari Eropa yang mengagendakan kunjungan ke museum selama berpariwisata di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Depbudpar, Hari Untoro Dradjat mengatakan, sebanyak 60 persen dari total 287 museum dalam pengelolaan pemerintah yang terawat dengan baik.
Hal itu dikarenakan terbatasnya dana untuk pengelolaan museum seluruh Indonesia yang diterima oleh Dirjen Sejarah dan Purbakala Depbudpar yaitu hanya Rp100 Miliar per tahunnya.
Hari Untoro mengatakan, pengelolaan museum menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan Depbudpar membantu dengan dukungan tenaga ahli dan dana perawatan.
Jero Wacik mengatakan pemerintah daerah yang menganggarkan dengan jumlah besar ada kaitannya dengan jumlah kunjungan wisatawan ke museum di daerahnya.
Sumber : www.antara.co.id Kredit foto : www.virtualtourist.com