Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.882
Hari ini : 24.256
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

11 juni 2008 14:44

Wapres: Kebhinekaan Membutuhkan Keikhlasan

Jakarta- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, penonjolan satu suku bangsa dalam sebuah kegiatan seperti diskusi atau seminar jangan sampai menimbulkan egoisme suatu suku bangsa. Sebaliknya, harus menunjukkan kebersamaan dan peranannya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.Itulah yang disebut kebhinekaan.

Demikian diungkapkan Wapres Kalla saat memberi sambutan di acara pembukaan seminar internasional "Peran Bugis Dalam Pengembangan Alam Melayu Raya" yang diselenggarakan oleh Pusat Pamadun Melayu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Selasa (10/6).

"Semuanya (suku bangsa) harus memberi makna bagi kebhinekaan kita yang kuat. Sumbangan masing-masing suku bangsa dalam budaya Indonesia seperti dalam seminar sekarang ini bukan untuk meningkatkan egoisme, tapi untuk menunjukkan persatuan," ujar Kalla.

Menurut Kalla perbedaan suku bangsa itu justru menunjukkan kebhinekaan yang kuat yang sudah ada sejak jaman dulu hingga saat ini. "Kebhinekaan kita membutuhkan keikhlasan dari setiap budaya dan suku bangsa yang berbeda-beda. Keikhlasan ditunjukkan oleh mayoritas suku bangsa Jawa yang bisa menerima bahasa Melayu sebagai bahasa nasionalnya. Coba bayangkan kalau mereka yang mayoritas minta bahasa Jawa sebagai bahasa nasional," tambah Kalla.

Keikhlasan juga ditunjukkan oleh suku bangsa lainnya. Orang Bugis maupun suku bangsa lain di luar Jawa bisa menerima Presiden yang sejak merdeka sampai sekarang ini berasal dari Jawa. Di situlah kebhinekaan paling membutuhkan dan menerima keikhlasan," papar Kalla. (Suhartono)

Sumber: cetak.kompas.com (Selasa, 10 Juni 2008)


Dibaca : 1.374 kali.

Tuliskan komentar Anda !