Selasa, 18 Agustus 2026 |Arbia', 4 Rab. Awal 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini
:
3.887
Kemarin
:
19.117
Minggu kemarin
:
179.363
Bulan kemarin
:
11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
25 juni 2007 07:18
Kejuaraan Sepak Takraw Asean di Bengkalis Dibuka Menpora
Bengkalis Sebagai Kota Takraw Dunia
Menteri Pemuda dan Olahraga Adiyaksa Dault membuka secara resmi kejuaraan sepak takraw Asean. 12 negara ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di Bengkalis tersebut.
Bengkalis- Sebanyak 12 negara di Asia Tenggara (Asean) dan sejumlah negara di Asia mengkuti kejuaraan sepak trakraw Asia yang digelar di Bengkalis, Riau mulai 24 Juni sampai 28 Juni mendatang. Pembukaan kejuaraan tersebut dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga Adiaksa Dault didampingi Gubernur Riau M Rusli Zainal dan Presiden Federasi Sepak Takraw Asia Abdul Halim bin Kadir, serta tuan rumah Bupati Bengkalis Syamsurizal.
12 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar kali pertama tersebut adalah Indonesia, sebagai tuan rumah, Malaysia, Brunai Darussalam, Singapura, Thatiland, Vietnam, Philipa, Srilangka, Korea Utara, Jepang, Iran dan China.
Prosesi pembukaan dilakukan di Pantai Pasir Bandar Sri Laksamana, Bengkalis pada Ahad (24/6). Prosesi diawali dengan devile kontingen negera peserta, kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan Syamsurizal selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI). Dalam sambutannya, Syamsurizal mengatakan, diharapkan dari even kejuaraan ini, akan mempercepat pertumbuhan olahraga sepak takraw di seluruh dunia.
Menurut Syamsurizal, ditargetkan untuk bisa masuk ke olympiade, sepak takraw harus memiliki kepengurusan di 75 negara. Saat ini baru ada 45 negara. "Inilah bagian dari upaya kita untuk mempercepat pertumbuhan sepak takraw di manca negara agar olahraga dari nusantara ini bisa segera masuk olimpiade," harapnya.
Secara berturut-turut selanjutnya memberikan sambutan Presiden Federasi Sepak Takraw Asia Abdul Hakim bin Kadir yang mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Bengkalis yang telah memberikan yang terbaik untuk pelaksanaan kejuaraan kali ini.
Kemudian Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang memuji keberanian Bengkalis menjadi tuan rumah sebuah even bertaraf internasional. Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian kesiapan Riau sebagai tuan rumah PON Pada 2012 mendatang.
Terakhir Menpora Adiaksa Dault memberikan pidato tampa teks yang intinya memuji keberanian Bengkalis. Menurut Menpora, jika semua kepala daerah berpikir seperti Bupati Bengkalis, maka kebangkitan dunia olahraga Indonesia akan terjadi.
Dalam pidato sambutannya, Menpora menilai keberanian Bengkalis sebagai sebuah kabupaten menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional diharapkan bisa menjadi tonggak kebangkitan dunia olahraga Indonesia yang tengah terpuruk. "Kalau semua daerah memiliki semangat seperti ini, saya yakin olahraga Indonesia akan segera bangkit dari keterpurukannya," ujar Menpora.
Menurut Menpora, olahraga bisa menjadi jalan keluar bagi banyak persoalan, seperti masalah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika dan potensi bentrok antarkelompok.
Lebih lanjut Menpora menilai Bengkalis memiliki potensi besar untuk pengembangan sepak takraw, tidak hanya secara nasional, tetapi tingkat dunia, karena itu ia menyarankan agar Bengkalis lebih fokus pada pengembangan sepak takraw. "Untuk rencana Pak Bupati membangun fasilitas badminton dan olahraga lain, itu bagus, tetapi menurut saya akan lebih bagus jika Bengkalis lebih fokus untuk mengembangkan sepak takraw," sarannya.
Jika Bengkalis fokus, bukan tidak mungkin ke depan Bengkalis bisa menjelma menjadi kota pusat sepak takraw dunia. "Jadi, kalau ada orang dari negara lain ingin belajar sepak takraw, mereka akan belajar ke Bengkalis," demikian sarannya.
Terakhir, prosesi pembukaan ditutup dengan menyaksikan pertandingan perdana antara tim sepak takraw pantai wanita Indonesia lawan Malaysa. Dalam ajang ini sebanyak 250 atlit akan bertanding sampai 28 Juni mendatang.
Sumber : Riau Terkini (dengan pengolahan seperlunya)