Close
 
Selasa, 23 Juni 2026   |   Arbia', 7 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.428
Kemarin : 15.843
Minggu kemarin : 155.704
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

24 juni 2007 05:11

TNI Tantang Singapura

TNI AU Ikut Ajukan Syarat
TNI Tantang Singapura

Jakarta- Selain ditentang kalangan politisi, rencana kerjasama pertahanan RI-Singapura juga diproteksi dan diawasi ketat oleh TNI. Bahkan ada kesan TNI menantang Singapura. Buktinya, setelah TNI Angkatan Darat mengajukan lima syarat, giliran TNI Angkatan Udara ikut memberi opsi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Daryatmo mengatakan, pihak angkatan udara Singapura tetap harus berkoordinasi sebelum pesawat mereka terbang melintasi awan Indonesia.

“Harus begitu, prinsipnya kan tegas, tidak boleh melanggar kedaulatan,” kata Daryatmo di Jakarta kemarin. Menurut dia, masalah Area Bravo yang mengganjal perjanjian DCA memang menjadi otoritas TNI Angkatan Laut. Tapi, secara keseluruhan, tiga angkatan tetap terlibat, termasuk TNI AU, katanya.

Selain koordinasi sebelum terbang, TNI AU juga meminta angkatan udara Singapura memberikan penjelasan yang detail berapa lama waktu latihan termasuk wilayah yang akan digunakan untuk penembakan udara. “Agar pesawat-pesawat tempur kita juga punya waktu untuk berlatih,” katanya.

Daryatmo menambahkan, semua persyaratan itu akan disampaikan pada Mabes TNI sebagai otoritas pengambil kebijakan. “Jadi tanggung jawabnya tidak di angkatan tapi di Mabes,” ujarnya.

Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia (Lespersi ) Rizal Darmaputera menambahkan, TNI Angkatan Udara mempunyai peran sangat strategis jika DCA tetap dilaksanakan. Sebab, pergerakan laut dan darat lebih mudah dipantau. “Tapi, di udara mereka punya pesawat-pesawat jauh lebih canggih dari deteksi radar-radar kita,” katanya.

Alumnus kursus pertahanan di Jenewa, Swiss itu mengatakan, jika Singapura tetap berlatih di wilayah udara Indonesia hampir dipastikan mengajak angkatan udara negara lain. “Pesawat mereka saja diparkir di Prancis dan Amerika Serikat, begitu ada lahan udara gratis, pasti dua negara itu diajak,” katanya.

Sumber : Riau Pos


Dibaca : 2.509 kali.

Tuliskan komentar Anda !