Close
 
Kamis, 30 April 2026   |   Jum'ah, 13 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.374
Kemarin : 24.716
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 juni 2007 02:18

Lomba Rancang Model Museum Tsunami Aceh

Lomba Rancang Model Museum Tsunami Aceh

Banda Aceh- Panitia pendirian museum tsunami Aceh menyelenggarakan lomba desain museum yang dinamai Nanggroe Aceh Darussalam Tsunami Museum (NAD-TM). Lomba yang ditutup 5 Agustus 2007 ini menjanjikan total hadiah Rp 275 juta. Panitia terdiri atas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pemerintah Kota Banda Aceh, serta Ikatan Arsitek Indonesia (AIA) cabang NAD.

Juru bicara BRR NAD Nias Mirza Keumala mengatakan museum tersebut didirikan untuk mengenang sekaligus memetik pelajaran dari musibah tsunami yang merupakan musibah terdahsyat abad ini. “Museum ini akan menjadi pengingat bahwa kita pernah mengalami musibah besar yang tak hanya merenggut ratusan ribu jiwa tapi juga merusak sejumlah infrastruktur di sepanjang 800 kilometer pesisir pantai barat dan timur Aceh. Diharapkan, dengan adanya museum ini dapat menjadi pelajaran bagi generasi penerus kelak,” ujar Mirza.

Proses pembangunan museum dilakukan melalui tahapan perencanaan yang dikompetisikan untuk umum. Melalui proses kompetisi ini diharapkan akan muncul ide-ide kreatif dan inovatif dalam rancangan museum tsunami, yang menggambarkan kondisi Aceh sebelum hingga sesudah tsunami.

Mengenai kriteria perencanaan, Mirza menjelaskan, kebutuhan dan besaran ruang dalam sayembara disain museum ini harus dapat mengekspresikan kejadian pada 26 Desember 2004 dan mempresentasikan semangat kegiatan penanggulangan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi secara global. Selain itu, juga harus bernafaskan kebudayaan Aceh, mempunyai inovasi desain secara estetis serta dapat diterima oleh semua masyarakat.

Kriteria selanjutnya, bangunan harus memenuhi kriteria andalan terhadap bencana gempa bumi, tsunami, kebakaran, mudah dalam perawatan dan pengoperasian, mempunyai sistem pencahayaan yang memadai, dan bisa menjadi salah satu obyek wisata tsunami.

Mirza menambahkan, semua gambar rancangan harus diserahkan dalam bentuk hardcopy di atas kertas ukuran A2 berbentuk potret vertikal sebanyak lima lembar. Selain itu, desain juga harus diserahkan softcopy (dalam bentuk CD) asli dalam format file PDF.

”Program ruang museum secara umum menggambarkan kondisi Aceh sebelum tsunami, saat tsunami dan sesudah tsunami dalam bentuk audio, visual, dan simulasi,” kata Mirza.

Sementara luas keseluruhan lantai bangunan maksimal 10.000 m2, dengan perkiraan biaya pembangunan lebih kurang Rp 70 miliar. Mirza menyebutkan, pemenang pertama desain museum tsunami ini akan mendapat uang tunai Rp 100 juta, pemenang kedua Rp 75 juta, pemenang ketiga Rp 50 juta, serta terdapat penghargan partisipasi berupa uang tunai Rp 10 juta untuk 5 disain inovatif. Kompetisi terbuka bagi semua lapisan masyarakat, perseorangan atau kelompok.

Pameran karya peserta akan digelar pada 12-23 Agustus 2007. Pengumuman pemenang dan seminar  pada 23 Agustus 2007 dan penyerahan hadiah dilakukan pada 27 Agustus 2007.

Sumber : www.acehkita.com
Kredit foto : www.indonesia-osaka.org


Dibaca : 3.601 kali.

Tuliskan komentar Anda !