Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
02 juli 2007 01:46
Limaribuan Massa Ikuti Ritual Bakar Tongkang 2007
Ritual Bakar Tongkang (RBT) yang menjadi angenda tahunan masyarkat Thionghoa Bagan Siapiapi berlangsung sukses. Sekitar 5.000 massa mengikuti kegiatan tersebut.
Bagan Siapi-api- Sekitar 5.000 massa yang mayoritas merupakan pemeluk Agama Kong Hu Cu Bagan Siapiapi dan masyarakat Thionghoa yang berasal dari berbagai daerah dan negara mengikuti Ritual Bakar Tongkang (RBT), Ahad (1/6) . Kegiatan tersebut merupakan ritual tahuna dalam rangka mengucap syukur dan memberi persembangan kepada Dewa Laut atau Ki Hu Ong Ya.
Ritual dimulai dengan arak-arak dari Kelenteng Kim Hock King Jalan Aman, Kota Bagan Siapiapi. Tongkang atau perahu diarak dengan diiringi berbagai kesenian ektis Thionghoa, seperti Barongsai dan lainnya. Meskipun semarak, namun tak terlalu semarak sambutan masyarkaat bagan Siapiapi. Tidak banyak terlihat masyarakat berbaris di sepanjang jalan yang dilewati arak-arak yang bergerak menuju Kelenteng Eng Hok King di Jalan Perniagaan.
Aral-arakan yang berangkat sekitar pukul 14.00 WIB tiba di lokasi sekitar setengah jam kemudian. Sebelum masuk kea real kelenteng, digelar upacara protokoler yang diharidi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) M Lukman Edy, Gubernur Riau M Rusli Zainal, Ketua DPRD Riau Chaidir ,Bupati Rokan Hilir Annas Maamun dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Acara protokoler dimulai dengan laporan dari Ketua Panitia RBT 2007 Alim Wijaya. Dalam laporannya, Halim menguncapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Rohil yang telah bersedia membantu pendanaan kegiatan tersebut. Terima kasih juga diucapkan kepada Menteri PDT dan Gubri serta semua pihak yang membantu suksesnya kegiatan etnik tersebut.
Kemudian Gubernur Rusli Zainal menyampaikan pidato sambutannya. Menurutnya ritual Bakar Tongkang merupakan tradisi unik yang tidak hanya ada di Indonesia, namun bisa jadi satu-satunya di dunia. Karena itu perlu dilestarikan dan terus diupayakan peningkatan dalam penyelenggaraannya.
Terakhir Menteri PDT Lukman Edy memberikan sambutannya. Ia mengatakan, Bagan Siapiapi dengan keberadaan komunitas Thionghoa dengan populasi cukup besar bagaikan Hongkong atau Singapura tempo dulu. “Saya berharap di masa mendatang nanti, Bagan Siapiapi bisa menjelma seperti Hongkong atau Singapura,” harpanya.
Setalah itu Menteri PDT, Gubri dan seluruh rombongan dipersilahkan masuk ke dalam Kelenteng Eng Hok King untuk mengikuti prosesi puncak dari ritual tahunan yang konon sudah berlangsung sejak 128 tahun silam tersebut.
Sebelum tongkang yang diarak dibakar, terlebih dahulu dilakukan pemasangan berbagai ornament kelengkapan sebuah, seperti tiang pancang berikut layarnya dan ornament lainnya. Setelah dinyatakan lengkap. Menteri PDT, Gubri Rusli Zainal, Chaidir, Annas Maamun dan sejumlah pejabat dipersilahkan naik ke atas tongkang. Selama hampir lima menit para pejabat melambai-lambaikan tangan kepada ribuan massa yang hadir.
Setelah itu para pejabat turun dan langsung dipersilahkan melakukan pembakaran pertama tongkang tersebut. Tongkang yang diletakkan di atas tumpukkan uang sembayang itu disulut dengan dupa. Api menjalar dan dalam waktu singkat langsung membesar. Para pejabat mundur ke tribun kehormatan, sementara para umat Kong Hu Cu secara serentak melemparkan dupa dan uang kertas ke lidah-lidah api. Kobaran api semakin besar. Panas menyengat membuat massa kian mejauhi titik api. Selama hampir sepuluh menit api berkobar sebelum akhirnya tongkang dan seluruh perlatan persembahyangan yang menyertainya ludes dilalap api. Ritualpun usai dan massa membubarkan diri dengan tertib.