Close
 
Rabu, 29 April 2026   |   Khamis, 12 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 4.864
Kemarin : 22.835
Minggu kemarin : 169.256
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

24 sepember 2008 02:48

Lestarikan Budaya dan Kembangkan Industri Kreatif dengan IT

Lestarikan Budaya dan Kembangkan Industri Kreatif dengan IT

Yogyakarta, MelayuOnline.com- Terwujudnya Jogja Cyber Province dengan pendorong utama industri kreatif berbasis IT (information technology) merupakan tujuan utama dideklarasikannya Forum Masyarakat IT (FMIT) Yogyakarta. Hal ini dikatakan Frans Budiono selaku Ketua Umum FMIT Yogyakarta, pada acara pendeklarasian FMIT di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Sabtu (20/09).

FMIT dibentuk sebagai wahana komunikasi bagi para pengusaha, praktisi, dan siapa saja yang bergerak di pelbagai bidang untuk memanfaatkan upaya-upaya strategis berbasis IT. "Masyarakat Jogja dapat bersinergi dalam mengembangkan IT di Indonesia," demikian kata Frans Budiono dalam sambutannya seraya menjelaskan mengapa IT penting bagi masyarakat Yogyakarta.


Gagasan pembentukan forum ini sebenarnya telah muncul sejak 17 Juli 2008 lalu. Ketika itu, beberapa pihak melakukan dialog interaktif, yang menghasilkan beberapa kesepakatan bersama, seperti (1) keinginan untuk membentuk suatu wadah komunikasi para pemerhati IT dan (2) kemitraan untuk pengembangan inkubator dari Pemerintah Provinsi DIY. Namun, baru saat ini cita-cita itu dapat diwujudkan.


Organisasi yang dalam jaringan dunia maya beralamat di http://www.jogjait.net/ ini berangkat dari kesadaran bahwa, dalam konteks industri kreatif, Yogyakarta memiliki potensi di sektor kerajinan dan beberapa sektor lainnya dari 14 sektor industri kreatif yang dipetakan oleh Departemen Perdagangan. Sebab itu, berdirinya FMIT Yogyakarta diharapkan dapat membantu meningkatkan kinerja industri kreatif tersebut. Strategi yang coba ditawarkan oleh organisasi yang berkantor di Jln. Laksda Adisutjipto Km 6,5 ini ialah kinerja industrial berbasis teknologi informasi.

Pada kesempatan ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjadi saksi dideklarasikannya FMIT Yogyakarta dan menerima buku Profil FMIT Yogyakarta dari Frans Budiono. "Pada tahun 2015, diharapkan 50% lebih dari penduduk Indonesia dapat mengakses internet. Oleh karena itu, Forum Masyarakat IT Yogyakarta harus solid," ujar Sultan dalam sambutannya. Beliau menambahkan, kesolidan forum seperti ini di kemudian hari dapat mendukung terciptanya masyarakat Jogja yang melek internet. Sehingga, melalui FMIT Yogyakarta, gagasan untuk mengemas dongeng dan cerita lokal dalam versi digital sebagai salah satu materi ajar pendidikan di wilayah DIY, proyeksi DIY sebagai Jogja Cyber Province, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif dapat terwujud.


Deklarasi FMIT Yogyakarta ini merupakan momen penting karena dalam acara ini sekaligus ditandatangani Nota Kesepahaman antara FMIT Yogyakarta dengan beberapa pihak, antara lain dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY yang diwakili oleh Harsoyo (Direktur Utama) dan Sulha Prihesti (Direktur Pemasaran BPD-DIY), PT Jogja Ventura yang diwakili oleh Heri Santoro, dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) yang diwakili Tedi Sukardi (Ketua FTII).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan gelombang pertama. Rencananya, bulan Oktober mendatang, penandatanganan Nota Kesepahaman gelombang kedua akan dilakukan oleh FMIT Yogyakarta dengan Microsoft Corporation Ltd. dan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Yogyakarta.


"Sultan tadi mengungkapkan bahwa IT juga bisa dipakai sebagai media untuk mengemas kekayaan budaya lokal (Jawa,-red), pariwisata, dan lain sebagainya. Menangkap keunggulan pemanfaatan IT itu, sesungguhnya BKPBM telah merintis dan menerapkannya dalam pendokumentasian berbagai aspek dari budaya Melayu di MelayuOnline.com, termasuk pelbagai cerita rakyatnya, dan WisataMelayu.com untuk mempromosikan potensi wisata di Indonesia secara online," ungkap Mahyudin Al Mudra, SH., MM., pendiri dan pemangku BKPBM yang pada kesempatan itu menyempatkan hadir bersama beberapa stafnya.


Mahyudin menambahkan, bulan depan, MelayuOnline.com dijadwalkan akan menandatangani Nota Kesepahaman dengan FMIT Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi BKPBM pada organisasi ini. Acara yang dikemas sederhana dan cukup hangat ini diakhiri dengan buka puasa bersama, di mana sebelumnya para hadirin mendengarkan siraman rohani singkat menjelang buka puasa.

(khidir Marsanto/brt/14/09-08)


Dibaca : 4.308 kali.

Tuliskan komentar Anda !