Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 5.692
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

08 oktober 2008 05:15

BKPBM Tandatangani MoU dengan Wisma Bahasa

BKPBM Tandatangani MoU dengan Wisma Bahasa

Yogyakarta, MelayuOnline.com— Dalam rangka mempublikasikan budaya Melayu ke dunia internasional, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menjalin kerjasama dengan Wisma Bahasa (WB), sebuah lembaga pelatihan bahasa dan kebudayaan Indonesia untuk warga negara asing. Kerjasama antara dua lembaga ini segera dapat dijalani, seiring dengan ditandatanganinya MoU (Memorandum of Understanding) antara BKPBM dengan WB. Penandatanganan kerjasama ini diadakan pada Senin (6/10) dalam rangkaian acara Syawalan keluarga besar BKPBM dan Penerbit AdiCita Group.

“BKPBM dan Wisma Bahasa memiliki visi yang sama, yakni melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa,” jelas Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH., MM., mengenai kerjasama kedua belah pihak ini. Oleh karena itulah, kerjasama antara kedua lembaga diharapkan dapat saling menguntungkan.

“Kami mengharapkan kerjasama ini dapat menjadi jendela untuk mengenalkan budaya Melayu kepada orang-orang asing yang belajar di Wisma Bahasa,” timpal Agus Soehardjono SS., MM., Direktur WB. Lebih lanjut Agus memaparkan, siswa yang belajar di Wisma Bahasa umumnya bukan wisatawan. Hampir semuanya adalah mahasiswa, pekerja, ataupun peneliti dari luar Indonesia yang merasa perlu untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia.

“Apa artinya mempelajari bahasa tanpa dibarengi dengan pengenalan budaya,” tutur Agus. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu untuk mendapat dukungan dari BKPBM dalam setiap penyelenggaraan pementasan seni dan budaya yang kerap diadakan oleh WB. Selain itu, BKPBM juga nantinya akan menjadi salah satu lokasi field trip yang kerap diadakan WB untuk para siswanya.

Merajut Kembali Hubungan Kekeluargaan

Pasca-penandatanganan MoU, BKPBM menyerahkan cenderamata kepada WB. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan Dr. Aris Arif Mundayat, konsultan MelayuOnline.com, berkaitan dengan momen lebaran.

Melalui perspektif Antropologi, Aris memaparkan tentang fenomena mudik pada saat lebaran, yang setiap tahun selalu dilakukan oleh mayoritas masyarakat muslim Indonesia. Menurutnya, fenomena ini merupakan sebuah usaha untuk “mengumpulkan tulang-tulang yang berserak”. Tulang-tulang yang berserak merupakan analogi yang digunakan Aris untuk menggambarkan tiap-tiap orang yang berpencar jauh dari keluarganya. Berkumpulnya mereka dengan sanak saudara, sebenarnya dapat dijadikan modal sosial untuk merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sempat terputus selama setahun.

“Hal ini juga yang sebenarnya sedang dilakukan oleh Pak Mahyudin dengan MelayuOnline.com,” tutur Aris. Menurutnya, MelayuOnline.com merupakan sebuah media untuk mengumpulkan ‘tulang-tulang‘ Melayu yang berserak di berbagai belahan dunia. Usaha mengumpulkan kebudayaan Melayu ini, nantinya juga dapat menciptakan modal sosial yang kuat sebagai upaya mengembangkan kebudayaan Melayu. Usai ceramah, acara Syawalan ini kemudian ditutup dengan saling bersalaman antara keluarga besar BKPBM dan AdiCita Group.

(Des Christy/brt/07/10-08)


Dibaca : 6.254 kali.

Tuliskan komentar Anda !