Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 november 2008 05:15
Kursus Bahasa Inggris, Tindak Lanjut MoU dengan WB
Yogyakarta, MelayuOnline.com— Alunan musik Melayu terdengar pelan, menghangatkan suasana sore di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) yang seharian diguyur hujan. Seluruh Kru BKPBM duduk saling berhadapan, membentuk formasi segi empat. Sore itu, Sabtu (01/11), seorang perempuan muda memperkenalkan dirinya dengan bahasa Inggris yang cukup fasih di ruang seminar BKPBM.
Jangan salah, dia bukan peneliti asing yang biasanya datang ke BKPBM untuk mencari data tentang Melayu atau turis bule yang sedang melancong. Tetapi, perempuan bernama lengkap Niken Wijayani itu adalah seorang staf pengajar Wisma Bahasa (WB) Yogyakarta yang sedang memberikan kursus bahasa Inggris kepada seluruh Kru BKPBM.
Miss Niken, begitu ia biasa dipanggil, memulai dengan pertanyaan tentang identitas masing-masing peserta kursus. Setelah itu, disertai guyonan Miss Niken memberikan penjelasan singkat perihal pentingnya praktek berbahasa Inggris. “It is impossible to speak English fluently without a lot of practice,” ujarnya. Kemudian, Miss Niken mendemonstrasikan permainan kartu remi yang disertai pertanyaan kepada seluruh peserta. Metode ini, selain untuk menguji mental, juga digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan oral bahasa Inggris masing-masing peserta.
Kursus bahasa Inggris yang berlangsung selama 1,5 jam itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara BKPBM dengan WB yang telah ditandatangani pada Senin, 06 Oktober 2008 lalu. Kursus ini sedianya akan dilaksanakan setiap hari Sabtu selama enam bulan kedepan. Sebelumnya, pihak BKPBM menindaklanjuti Nota Kesepahaman tersebut dengan memajang buku-buku yang diterbitkan BKPBM dan Penerbit Adicita pada hari Jumat, 31 Oktober 2008, lalu. Selain itu akan dilakukan dekorasi salah satu ruang kelas di WB, yaitu Ruang Melayu. Di ruang tersebut BKPBM rencananya akan memajang pernak-pernik khasanah kemelayuan berupa foto dan barang-barang kerajinan khas Melayu.
Terkait dengan pelaksanaan program ini, Hadi Kurniawan, Direktur Sumber Daya Manusia BKPBM, mengatakan, dengan penguasaan bahasa Inggris yang baik memungkinkan seluruh Kru BKPBM untuk berperan lebih aktif mengembangkan budaya Melayu dalam percaturan dunia internasional. “Kita tak dapat mengingkari pentingnya fungsi bahasa Inggris dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pariwisata, bisnis, dan sebagainya. Karena itu, bahasa ini harus dikuasai secara lisan maupun tulis oleh seluruh Kru BKPBM untuk mengembangkan kualitas akademik,” jelas Hadi Kurniawan setelah kursus selesai.
(Tasyriq Hifzhillah/brt/08/11-08)
Kredit Foto: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (Fotografer: Hadi Kurniawan)