Close
 
Selasa, 12 Mei 2026   |   Arbia', 25 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 29
Hari ini : 5.373
Kemarin : 31.622
Minggu kemarin : 209.627
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 sepember 2009 02:00

Sejarah Kepri Harus Ditulis Orang yang Tepat

Sejarah Kepri Harus Ditulis Orang yang Tepat

Tanjungpinang, Kepri – Sejarah berdirinya Provinsi Kepri harus ditulis oleh orang-orang yang tepat, yakni mereka yang terlibat di dalam pembentukan provinsi itu sendiri. Mereka juga harus memiliki naluri menulis suatu perjalanan sejarah. Seorang pencetus berdirinya Provinsi Kepri, Zulkarnaen Zainuddin, baru-baru ini menyebutkan, meski Provinsi Kepri berdiri sekitar lima tahun, namun sudah ada indikasi sebagian pihak mau mengaburkan perjalanan sejarah yang ada. Ini kelihatan bila ada hari peringatan hari jadi Provinsi Kepri, banyak fakta diputarbalikkan.

Zulkarnain merupakan orang yang mengundang tokoh masyarakat sewaktu membentuk Badan Pemekaran Kepulauan Riau (BPKR) yang bertugas penyelenggarakan Mubes Rakyat Kepri 15 Mei 1999. Hasilnya, mereka berhasil mendeklarasikan berdirinya Provinsi Kepri. Sejak dideklarasikan pada 15 Mei 1999 itu, perjuangan masyarakat Kepri mulai bergelombang. Ada yang ikut memperjuangkan agar provinsi ini terwujud dan sebagian ada yang terang-terangan menolak.  Menurut Zulkarnain, meski sudah dideklarasikan, namun baru mendapat pengakuan pemerintah empat tahun kemudian atau tahun 2004 dengan disahkannya undang-undang pembentukan Provinsi Kepri oleh DPR-RI.

Zulkarnain menambahkan, kini Provinsi Kepri lima tahun berdiri, dan hampir lima kali DPRD Provinsi Kepri mensyahkan APBD. Juga sudah beberapa kali Pemprov Kepri memberikan penghargaan kepada orang-orang yang dinilai telah berjuang. Sayangnya, tidak diketahui dasar penilaian sebagian orang yang dianggap berjasa dan diberikan penghargaan itu. Karena menurut sebagian pelaku sejarah, sebut Zulkarnain, awalnya ada orang terang-terangan menolak dibentuknya Provinsi Kepri, tiba-tiba dipanggil sebagai pejuang dan diberikan penghargaan.

Kenyataan ini jelas termasuk pembohongan kepada masyarakat dengan tujuan tertentu. Sebaliknya orang yang benar-benar perjuang tidak diperhatikan dan diabaikan. ``Maka itu pelaku sejarah haruslah menulis sendiri apa yang dibuatnya dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepri ini. Tidak perlu pakar sejarah menulis sejarah Provinsi Kepri ini, kalau mereka tidak terlibat langsung dalam proses perjuangan Provinsi Kepri. Sebab mereka bisa terjebak dalam pesanan para penguasa untuk kepentingan tertentu,`` kata Zulkarnaen. (aji)

Sumber: http://batampos.co.id
Kredit Foto: http://www.coremap.or.id


Dibaca : 2.932 kali.

Tuliskan komentar Anda !