Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
05 juli 2007 09:25
60 Loya dan 3 Arsitek Tongkang ke TMII
Bagansiapi-api- Sekitar 60 loya (orang yang ahli dalam ilmu gaib atau suhu yang kerap disapa Thangki, red) serta tiga orang arsitek replika tongkang dari Bagansiapi-api diberangkatkan ke Jakarta. Ini merupakan bagian dari persiapan menjelang dilaksanakannya prosesi budaya Bakar Tongkang di anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tanggal 14 Juli mendatang.
Sementara itu, pembuatan replika tongkang di TMII tersebut direncanakan dibagi menjadi dua bagian. Penegasan tersebut disampaikan Dewan Penasihat Ritual Bakar Tongkang Rokan Hilir (Rohil), Riau, Ahe alias Jonathan yang didampingi Ahok, kepada Riau Pos, Selasa (3/7) di Bagansiapi-api. “Sekarang ini, segala bentuk persiapan menjelang kegiatan Bakar Tongkang di TMII sudah terus dilakukan. Tiga arsitek atau yang ahli membuat replika tongkang ini sudah diberangkatkan ke Jakarta. Kehadiran tiga arsitek itu adalah untuk memberikan gambaran dan model serta bentuk replika tongkang itu. Sebagai gambaran, replika tongkang yang dibuat di TMII itu memiliki panjang 5 meter, lebar 1,6 meter dan tinggi 7,8 meter,” jelas Ahe.
Selain itu, tambah Ahe, sebagian besar aksesoris yang diperlukan oleh replika tongkang tersebut dibawa dari Bagansiapi-api. Termasuk salah satu di antaranya adalah patung Dewa Kie Ong Ya. “Kalau aksesoris yang lainnya, bisa didapatkan di Jakarta sana. Tapi khusus untuk patung Dewa Kie Ong Ya dan aksesorisnya, harus dibuat di Bagansiapi-api. Direncanakan, sekitar tanggal 12 Juli, pembuatan replika tongkang di TMII sudah harus selesai. Dengan demikian, tanggal 14 Juli sudah bisa dilaksanakan puncak acaranya,” kata Ahe, seraya menambahkan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk dari upaya mengangkat kebudayaan Bakar Tongkang Rohil dalam skala internasional.
Sementara itu, warga Tionghoa asal Rohil yang menetap di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), bakal membanjiri lokasi TMII guna mengikuti pelaksanaan ritual Bakar Tongkang tersebut. Apalagi dalam pelaksanaanya nanti, prosesi Bakar Tongkang di TMII tersebut diusahakan sama seperti yang dilakukan di Bagansiapi-api. “Kegiatannya akan sama seperti yang dilaksanakan di Bagansiapi-api. Bedanya cuma satu. Kalau di Bagansiapi-api, kegiatan Bakar Tongkang lebih bersifat ritual. Sedangkan di TMII, Bakar Tongkang yang dilaksanakan itu adalah dalam konteks wisata budaya. Namun pelaksanaannya di TMII itu nanti akan sama seperti di Bagansiapi-api,” tambah Ahe.
Prosesi Bakar Tongkang di TMII tersebut direncanakan dihadiri oleh sebanyak 65 duta besar dari beberapa negara sahabat.
Selain tiga arsitek, jelas Ahe, sekitgar 60 loya sudah diberangkatkan ke Jakarta. Kehadiran loya tersebut untuk membantu kelancaran dari pelaksanaan Bakar Tongkang di TMII. Termasuk membantu kelancaran dalam pembuatan replika tongkang. “Direncanakan replika tongkang di TMII itu dibuat dua unit. Satu unit untuk dibakar dan satu unit lagi dibuat permanen. Menjelang puncak Bakar Tongkang di TMII itu, berbagai kegiatan selingan juga dilaksanakan. Salah satu di antaranya dengan menampilkan opera yang didatangkan dari Singapura,” kata Ahe.