Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
03 april 2007 02:04
Opera Melayu ”Tun Teja” Akan Dipentaskan Agustus 2007
TEKS epos Melayu Hikayat Hang Tuah (HHT) dalam khazanah sastra Melayu klasik merupakan teks yang cukup memberi pengaruh dalam jiwa, pemikiran dan cara hidup orang-orang Melayu. Cerita yang sudah dikenal sejak Abad 18 ini, jelas memberi gambaran tentang nilai atau sistem budaya masyarakat pada suatu tempat dalam suatu masa.
Kassim Ahmad (1997) pernah menjelaskan, “Hang Tuah dan Hang Jebat sebagai wakil masyarakat memperlihatkan nilai-nilai kewiraan yang didukung oleh masyarakat itu. Inilah determinisme atau ketentuan sosial dan sejarah.” Dan tentu saja termasuk pula di dalamnya tentang kehadiran perempuan-perempuan yang ikut memberi warna tersendiri dalam membentuk nilai-nilai budaya tersebut.
Maka tersebutlah nama Tun Teja, seorang putri Bendahara Pahang yang berparas molek yang kemudian menjadi istri kedua Sultan Melaka. Sosok Tun Teja dengan berbagai peristiwa yang terjalin dalam alur kisah episode pertelingkahan Tuah-Jebat inilah yang akan ditafsir ulang dalam Opera Melayu Tun Teja yang akan diusung oleh Bandar Serai Orchestra (BSO) dan Yayasan Kesenian Riau (YKR) juga bekerjasama dengan berbagai pihak, pada bulan Agustus mendatang dalam sempena HUT emas Provinsi Riau. Teks naskah (libreto) yang ditulis oleh SPN Marhalim Zaini SSn dan komposer SPN Zuarman Ahmad ini melibatkan sedikitnya 100 orang pendukung, yang terdiri dari berbagai elemen seni, termasuk unsur multimedia.
“Teks naskah Tun Teja lahir dari hasil reinterpretasi penulis terhadap teks HHT, terutama dalam konteks membongkar paradigma yang terkandung dalam nilai-nilai masyarakatnya. Ada perspektif ‘baru’ yang hendak ditelisik dalam diri tokoh-tokoh dalam HHT, yang kemudian ditransformasikan dalam wujud keberpihakan terhadap sosok perempuan Melayu bernama Tun Teja. Keberpihakan yang kelak bermuara pada pengembangan paradigma dan diskursus tentang gender, tentang pergulatan-pergulatan batin dan intelektualnya,” jelas Marhalim Zaini.
Opera Melayu ini adalah salah satu bentuk seni pertunjukan yang pertama di Riau. Meski dulu juga pernah mengenal Opera Melayu dalam konteks tradisional. Artinya, kemasannya masih dalam konvensi-konvensi Teater Bangsawan.
Untuk menjaring berbagai elemen pendukung itu, dibuka audisi terutama untuk para pemain, paduan suara dan penari. Pendaftaran audisi telah dibuka sampai tanggal 17 Maret 2007, dengan mengisi formulir dan membawa foto 3R (close up dan foto style) masing-masing 1 lembar. Sementara pelaksanaan audisi hari Ahad,18 Maret 2007 di Bandar Serai Orchestra (BSO) Komplek Bandar Serai Jl Jend. Sudirman Pekanbaru.