Close
 
Rabu, 20 Mei 2026   |   Khamis, 3 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.801
Kemarin : 30.757
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

12 juli 2007 04:37

Perupa Lampung Ikuti Pameran Seni Rupa Nasional

Perupa Lampung Ikuti Pameran Seni Rupa Nasional

Bandar Lampung- Empat perupa asal Lampung akan mengikuti pameran berskala nasional dalam Pameran Seni Rupa Nusantara ke-5 di Galeri Nasional Jakarta pada 12-27 Juli 2007. Keempat perupa dari Lampung itu akan memamerkan karya-karya lukis dari berbagai aliran seni rupa bertajuk ”Demi Ma(s)sa”.

“Keempat perupa Lampung tersebut sudah lolos seleksi yang dilakukan dua kurator nasional Rizky A. Zaelani dan Maman Noor. Keempatnya yaitu Pulung Swandaru (Bandar Lampung), Nurbaito (Tanggamus), Yulius Benardi (Tanggamus), dan Muksin (Metro),” kata Ch. Sapto, Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Lampung (DKL), Senin (9/7).

Menurut Sapto, keempat perupa itu lolos dalam seleksi yang dilakukan Galeri Nasional terhadap 531 perupa dari seluruh nusantara. Dari seleksi itu diperolehlah 81 peserta pameran dari 21 provinsi di Indonesia.

Sapto mengatakan, Pameran Seni Rupa Nusantara tersebut merupakan kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan Galeri Nasional Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Sementara keberangkatan keempat perupa Lampung tersebut didukung sepenuhnya oleh DKL Lampung.

Sesuai tema pameran, pameran tersebut merupakan pengejawantahan tema dengan pendekatan beragam jenis karya mulai dari lukisan, patung, objek, seni cetak, fotografi, karya video, dan karya instalasi. Tajuk “Demi Ma(s)sa” itu sendiri memiliki dua pengertian.

Dalam pengertian `masa` atau waktu, melalui karya-karya perupa, pematung atau fotografer tersebut diharapkan peserta ataupun publik dapat menafsirkan situasi budaya Indonesia saat ini. Dinamika perubahan waktu itu dipahami melalui perubahan makna waktu atau masa sejarah melalui pengalaman sosial dan pribadi peserta.

Pengejawantahan perubahan waktu yang ditampilkan melalui berbagai karya seni tersebut sekaligus diharapkan dapat menjelaskan perubahan berbagai makna identitas kultural masyarakat yang seharusnya bersifat khas, justru berubah menjadi identitas `massa` yang sama.

Pulung Swandaru, salah satu perupa yang menjadi peserta pameran mengatakan, melalui karya lukisnya yang berjudul `Berhentilah, Berhenti`, ia meminta masyarakat untuk mencermati visualisasi gambar gasing atau alat-alat permainan anak sebesar drum tempat minyak. Dalam lukisan itu, drum yang dilukis sebesar aslinya terlihat keropos karena dimakan waktu dan juga karena sudah ditinggalkan penggemarnya. Namun, dari drum yang keropos itu muncul gasing-gasing baru.

"Gasing-gasing baru itu menunjukkan adanya regenerasi,” katanya. Pulung beralasan, apabila masyarakat  berhenti mencintai gasing, maka gasing-gasing baru tidak akan muncul. Apabila masyarakat betul-betul berhenti mencintai gasing, maka sebetulnya masyarakat Indonesia sudah lebih memilih teknologi kekinian yang bisa dikontrol dan dikendalikan dengan remote control daripada repot dengan gasing yang sejatinya asli budaya Indonesia.

Selain karya Pulung, sesuai tajuk pameran, Yulius Benardi mengusung karya lukis berjudul “Waktu yang hilang”,  Muksin dengan karya lukis berjudul “Waktu yang Menunggu”, serta Nurbaito dengan karya lukis berjudul “Demi Waktu.”

Pulung mengatakan, keikutsertaan empat perupa dari Lampung tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan seni di Lampung. Keempat nominator peserta pameran nasional itu diharapkan mampu memotivasi pekerja seni Lampung untuk berkarya sebaik mungkin.

"Kami di Jakarta juga bisa berdialog dan menimba ilmu kepada sesama perupa dari seluruh Indonesia. Selain itu, sepulang dari pameran kami ingin bisa menghidupkan kegiatan pameran seni lukis di Lampung,” kata Pulung.

Sumber : www.kompas.com
Kredit foto : jy1970.blogspot.com


Dibaca : 5.319 kali.

Tuliskan komentar Anda !