Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 juli 2007 05:03
Gawai Seni Tanjungpinang ke-5 Tahun 2007
Tanjungpinang- Gawai Seni Kota Tanjungpinang ke-5 tahun 2007 di lapangan Pamedan yang dibuka Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, Senin (23/7) lalu diramaikan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, Festival Lagu Melayu tingkat SD, SMP, SMA dan umum yang berlangsung tiga malam mulai 23– 25/7 mendatang. Untuk festival ini sudah menyelesaikan babak final.
Selain itu, untuk cabang Festival Tari Melayu, sudah diselesaikan Festival Tari Melayu Tradisional tingkat SD, SMP dan Tari Melayu Kreasi tingkat SMA, Rabu (26/7) malam. Sedangkan, untuk Festival Tari Melayu Kreasi tingkat Umum berlangsung Kamis (27/7) malam di tempat yang sama.
Untuk festival Lagu Melayu tingkat SD, SMP diikuti sekitar 23 peserta, dan dan tingkat SMA juga diikuti sekitar 23 orang. Sementara, untuk umum ada sekitar 18 orang. Untuk Tari Tradisi Melayu tingkat SD dikuti lima grup, SMP diikuti tujuh grup, dan Tari Melayu Kreasi tingkat SMA diiktui enam grup serta sekitar 13 grup untuk umum di Tari Melayu Kreasi.
Gawai Seni kali ini, disemarakkan juga dengan Expo Wisata, dan terdapat sekitar 31 stand. Expo Wisata perdana ini diikuti beberapa paguyuban se-Kota Tanjungpinang, dan beberapa kabupaten kota di Kepri. Seperti, dari Lingga, Natuna, Tanjungpinang, Bintan, dan Provinsi Kepri.
Wako Suryatati, mengatakan gawai seni telah menjadi ajang penting bagi Kota Tanjungpinang didalam pembinaan prestasi seni. Sedangkan Expo Wisata yang perdana ini, memberi warna tersendiri kepada masyarakat luas tentang potensi wisata yang ada di Kota Tanjungpinang, dan di Kepri. ”Potensi wisata kita sangat benar, maka harus dioptimalkan pemanfaatan bagi kemajuan kepariwisataan”, kata Suryatati.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Drs Abdul Kadir Ibrahim mengatakan Expo Wisata sebagai upaya menampakkan Tanjungpinang memiliki beragam potensi wisata. ”Kota Tanjungpinang adalah Indonesia mini. Segala seni, dan budaya di Indonesia ada di Tanjungpinang. Maka, harus dikembangkan, dan dikemas sebagai daya tarik wisata Kota Tanjungpinang dimasa mendatang”, ujar Akib.
Sumber : Batam Pos Kredit foto : www.heritage.gov.my