Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
31 juli 2007 08:57
Presiden Datang ke Riau, Sungai Siak Ditutup Tiga Hari
Pekanbaru- Rencana penutupan jalur transportasi di Sungai Siak selama tiga hari menjelang hari `H` kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Riau sangat disesalkan masyarakat dan pihak pelayaran.
"Presiden datang Sungai Siak seharusnya tidak ditutup. Jikapun ada pengamanan saat presiden berada dilokasi bolehlah beberapa jam sungai ditutup bukannya tiga hari," ujar Musfak Alikhin, seorang nahkoda speed boat, saat ditemui di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru, Senin (30/7).
Nahkoda speed boad Alitha yang melayani rute Pekanbaru-Bengkalis ini menyayangkan rencana penutupan alur Sungai Siak selama tiga hari hingga tanggal 11 Agustus 2007.
Menurut dia, sungai terdalam di Indonesia itu merupakan alur transportasi vital bagi masyarakat dan merupakan satu-satunya sarana transfortasi perairan yang menghubungkan Riau daratan dan kepulauan.
Jika ditutup total selama tiga hari, lanjut dia, akan banyak kerugian yang diderita tidak hanya perusahaan pelayaran, penumpang kapal tapi juga portir karena tidak ada penumpang dan barang yang singgah di pelabuhan.
Ia mengakui, amat bangga presiden datang ke Riau untuk meresmikan jembatan yang dibangun pemerintah daerah, namun menyayangkan karena acara tersebut menyebabkan masyarakat terhambat mempergunakan sarana transfortasi sungai.
"Kami tahu Presiden datang kemari untuk meresmikan jembatan Siak. Ini merupakan kebanggaan kami dan kami mengucapkan terima kasih pada Pak presiden tetapi jika jalur pelayaran ditutup sangat disayangkan selain jalan kami terhambat, rezeki kami juga terhambat," ujar Musfak.
Ia mengatakan, sebaiknya selama H-3 dari tanggal kedatangan presiden di Siak, alur pelayaran di sungai tersebut tetap dibuka dan aparat keamanan meningkatkan pengamanan dengan mengawal dan memeriksa setiap kapal yang melintas.
Dan,lanjut dia, disaat hari H, jalur tersebut boleh ditutup total saat acara peresmian Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. "Jadi hanya beberapa jam saja Sungai Siak ditutup, sehingga masyarakat penguna transfortasi air tidak kecewa, tidak dirugikan dan makin bangga dengan presidennya," ungkap Musfak.
Ia telah puluhan tahun melayari sungai yang melewati empat kabupaten dan satu kota di Riau dan baru kali ini ada penutupan total jalur pelayaran dan perdagangan tersebut karena kunjungan presiden.
Ungkapan senada juga disampaikan seorang agen pelayaran Siak Wisata Ekpress, Ade yang mengaku penutupan alur Sungai Siak selama tiga hari amat merugikan perusahaannya.
"Betapa tidak, dalam satu hari biasanya enam trip kapal ulang alik Pekanbaru-Siak. Tapi nanti tiga hari kami tidak berlayar sangat merugikan," katanya.
Ia yang ditemui di counter speed boat yang melayani rute Pekanbaru-Siak menjelaskan, walaupun saat sekarang jumlah penumpang biasa saja namun dengan tetap berlayar usaha mereka tetap jalan dan ada keuntungan yang masuk.
"Tetapi selama tiga hari kami tidak berjalan, banyak kerugian yang kami derita," katanya.
Kepala Portir Pelabuhan Sungai Duku Purwanto juga mengungkapkan keprihatinannya jika alur sungai tersebut ditutup selama tiga hari, hanya untuk meresmikan jembatan yang acaranya cuma berlangsung beberapa jam saja.
"Dalam satu hari biasanya kami minimal dapat Rp 40.000-Rp 60.000 per orang. Jika ditutup selama tiga hari darimana penghasilan kami?" tanya Purwanto.
Ia mengakui, setiap hari kapal yang masuk ke Pelabuhan Sungai Duku tidak hanya dari daerah sepanjang aliran sungai Siak seperti dari Siak Sri Indrapura tetapi juga antar pulau seperti dari Bengkalis, Selatpanjang, Batam, Tangjungpinang juga dari Melaka, Malaysia.
"Rezeki kami dari `ngangkut` barang, jika dalam tiga hari tidak ada kapal masuk maka tidak ada pula rezeki," tutur Purwanto.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Riau pada 11-12 Agustus. Pada 11 Agustus Presiden meresmikan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Siak Sri Indrapura. Kunjungannya berlanjut di Pekanbaru pada 12 Agsutus dengan meresmikan Masjid Agung Annur, meresmikan pembukaan Riau Ekspo di Purna MTQN XVII dan menerima anugerah gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Gedung LAM Riau.
Keempat lokasi kunjungan presiden tersebut disterilkan sejak H-3 sebelum tanggal kedatangan presiden.
Sumber : www.republika.co.id Kredit foto : www.pu.go.id