Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 agustus 2009 02:00
Kelompok Seni Budaya Seraong Siap Guncang Singapura
Tenggarong, Kaltim - Setelah sukses manggung di Bangkok, Thailand, sebagai undangan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, beberapa hari lalu, eksistensi Kelompok Seni Budaya (KSB) Seraong Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), semakin berkibar. Mereka juga menyatakan diri siap go internasional. Bahkan Kamis (27/8) besok, para seniman KSB berangkat ke Singapura. "Kami mengikuti The Lost World Festival, berlangsung di Asian Civilisations Museum, Singapura, 28 Agustus sampai 1 September 2009.
Ini merupakan pertunjukan kesekian kali bagi kami di kancah seni internasional," jelas Direktur Eksekutif KSB Seraong, Misra Budiarto didampingi Direktur dan Pendiri Langkan Budaya Taratak, Tom Ibnur serta Direktur Eksekutif, Naswan Iskandar. Menurut Nanang, sapaan akrab Misra Budiarto, ajang seni itu mirip pesta rakyat tersebut merupakan kerjasama Asian Civilisations Museum Singapore, IMG Promotion Singapore dan Langkan Budaya Taratak sebagai counter part festival untuk Indonesia dimana KSB Seraong jadi satu-satunya anggota dari Kaltim. "Di ajang tersebut kami tampilkan seni budaya asli daerah kita, yakni kesenian suku Dayak," katanya lagi.
Sebanyak 12 penari KSB Seraong untuk mengikuti festival tersebut, akan menampilkan beberapa tarian yang digarap khusus di Tenggarong. Makanya saat ini para penari yang akan dibawa terus berlatih setiap hari. "Latihan keras terus dijalani penari. Karena mereka tidak hanya membawa nama Kukar atau Kaltim, tapi juga Indonesia di Singapura. Jadi harus tampil semaksimal mungkin," tambah Nanang. Tarian yang akan dibawakan KSB Seraong antara lain Tari Gong dan Burung Enggang yang melambangkan kepemimpinan, Tari Hudoq sebagai tari pengusir kejahatan, Tari Mempah atau Nenang, tarian dan nyanyian bermakna mantera atau syair untuk memanggil roh sebelum upacara.
Tak ketinggalan Tari Kancet Lasan, tarian yang menggambarkan tiga permasalahan sebelum membuka ladang yaitu rebutan lahan, perang dan perdamaian, sementara tarian terakhir adalah Tari Gantar, tarian riang gembira. "Di Singapura setiap tahun menurutnya memang selalu digelar festival dan tahun ini The Lost World Festival jadi kesempatan bagi Indonesia khususnya KSB Seraong untuk tampil. Kami ingin mempromosikan budaya Indonesia dan kalau bisa go internasional lewat festival ini," katanya lagi.
Sekadar diketahui, KSB Seraong sudah melakukan kerjasama dengan Taratak sejak 2003 saat Lembaga Pembinaan dan Kebudayaan Kukar (LPKK) masih ada. Misi dari LSM seni dan budaya ini adalah perlindungan terhadap tradisi dan kebudayaan nasional, salah satunya yang ada di Kukar. Misi utama dari keikutsertaan KSB Seraong di Singapura nanti adalah menghindari klaim Malaysia atas kebudayaan Indonesia, salah satunya tarian Dayak. "Sekarang kan ramai dibicarakan masalah pencaplokan kebudayaan Indonesia oleh Malaysia. Lewat misi ini, kami akan mencegah klaim itu, meskipun di Malaysia juga banyak orang Dayak," tambahnya. (idn)