Close
 
Jumat, 3 Juli 2026   |   Sabtu, 17 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 2.104
Hari ini : 28.952
Kemarin : 26.238
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

01 sepember 2009 02:00

52 Ragam Kesenian Tradisional Nyaris Punah

52 Ragam Kesenian Tradisional Nyaris Punah

Banyumas, Jawa Tengah - Lima puluh dua ragam kesenian tradisional Banyumas, Jawa Tengah, saat ini nyaris punah. Dari 58 ragam kesenian tradisional yang pernah ada, saat ini tinggal enam ragam seni tradisional yang secara rutin masih dikenal dan kerap dimainkan di pertunjukan seni lokal. Pegiat seni tradisional Banyumas, dari Padepokan Seni Banyubiru, Yusmanto, mengatakan hal itu, Sabtu (29/8). Pekan lalu, Padepokan Seni Banyubiru mendokumentasikan seni tradisional Banyumas, khususnya seni dolanan tradisional.

Enam kesenian tradisional yang masih bertahan itu adalah lengger, calung, ebeg, wayang kulit Banyumasan, karawitan, dan salawatan. Sisanya kurang dikenal masyarakat setempat karena jarang dimainkan dan minimnya generasi muda yang bersedia menekuninya. Ragam seni yang nasibnya kian suram, menurut Yusmanto, sebagian besar berupa dolanan anak khas Banyumas dan seni bernuansa religius magis khas, seperti cowongan, yaitu ritual memanggil hujan.

”Seni semacam brahen, bongkel, rodat, dan gubrak lesung kini nyaris tiada lagi. Hanya di daerah-daerah tertentu yang masih ada, dan umumnya dimainkan para pemain sudah lanjut usia,” kata Yusmanto. Selain para pemainnya yang sudah lanjut usia, keterbatasan pementasan juga menjadi persoalan utama bagi upaya mengembangkan budaya-budaya tradisional yang nyaris punah itu. Hanya pada peristiwa tertentu, para pemain seni tradisional Banyumas tersebut diundang untuk tampil. (han)

Sumber: http://koran.kompas.com
Kredit Foto: http://discover-indonesia.com


Dibaca : 6.646 kali.

Tuliskan komentar Anda !