Oleh Yusuf Efendi Syahdan, 6 (enam) tahun sepeninggal Nabi Muhammad bin Abdillah, para pembesar Islam dan pengikut setia Muhammad berkumpul. Mereka adalah Abu Bakar Sidiq (Abu Bakar yang dapat dipercaya), Umar Bin Khatab, Ali Bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah ...
Oleh M Burhanudin dan M Hilmi Faiq Malam kian larut. Ogung Ihutan, sang pemimpin ritual, berdiri dan menepukkan tangan memberikan aba-aba. Pertanda ritual suci komunitas Parmalim di Desa Samuaran, Toba Samosir, dimulai. Alunan diatonis gondang, seni musik tradisional Batak pengiring ritual suci, pun membahana. Puluhan tamu yang ...
Oleh Yusuf Efendi Ende, nama ini mengingatkan kita pada zaman perjuangan dahulu. Ketika itu, Soekarno bersama Inggid Garnasih, istrinya, dan Ratna Juami, anak angkatnya, dibuang pemerintah Belanda ke tanah ini. Selama masa pembuangan itu, Soekarno dikenal oleh masyarakat Ende sebagai seorang yang pandai bermain teater. Ende ...
Oleh Komaruddin Hidayat Selain predikat sebagai homo religiousus, manusia juga dijuluki sebagai homo viator atau peziarah hidup. Tulisan ini akan membincangkan manusia sebagai homo festivus, karena kita semua senang mengadakan festival yang terkait erat dengan aktivitas keberagamaan dan memaknai hidup sebagai sebuah ziarah. ...
Oleh Miduk Hutabarat Setelah Jambi, kemudian Bangka Belitung, Lalu Kepri, tepatnya di Tanjung Pinang, Temu Sastrawan Indonesia dihelat, sebuah bukti kepedulian terhadap sastra. Terlebih di Kepulauan Riau, kepedulian itu terpancar jelas. Tidak tanggung-tanggung, untuk perhelatan ini, Pemprov Kepri dan Kota Tanjung Pinang menyediakan dana ...
Oleh Yusuf Efendi Sumba, Nusa Tenggara Timur selalu eksotis dan unik kebudayaannya. Kebudayaan megalitik mereka selalu tidak lekang di makan zaman. Setidaknya itu terlihat dari keberadaan situs-situs megalitik yang menghiasi beberapa blok tanah di hampir seluruh kampung-kampung khususnya di Sumba Barat dan Sumba Tengah. Situs ...
Oleh Yusuf Efendi Mencermati pembukaan Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) VI (Kompas, 13/12/2010), tampak sekali Melayu yang selalu bergairah. Setidaknya kalimat itu yang tepat untuk menggambarkan suasana dan semangat pada pembukaan FSBM VI yang diselenggarakan di kota Pontianak, Kalimantan Barat, senin (13/12) yang lalu. FSBM VI ...
Oleh Iswara N. Raditya Masjid megah itu bergaya tak lazim, mirip bangunan khas di masa Abunawas dalam dongeng seribu satu malam. Dinding luar masjid yang dibalut warna kuning bersih berpadu harmonis dengan kubah-kubah bernuansa hijau, ditambah lagi dengan menara tinggi yang menjulang di halaman depan. Kubah-kubah di masjid ...
Oleh Yusuf EfendiOrang Melayu, khususnya orang Dayak yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan, selain juga masih memeluk erat adat istiadat leluhur, mereka juga memeluk agama resmi negara. Dalam buku Identitas Dayak, Yekti Maunati mencatat bahwa dalam sejarahnya, orang Dayak memeluk salah satu agama resmi negara karena “paksaan” orde ...
Oleh Nuryanti Segunung ilmu yang kita dapat, selebar pengalaman yang kita jalani. Setumpuk harta yang kita punya, seindah istana yang kita bangun. Semuanya tak kan mungkin kita dapatkan tanpa seorang ibu yang selalu ikhlas dengan doanya. Hari ini adalah Hari Ibu, hari di mana diperingati di seluruh belahan dunia oleh para organisasi ...
Oleh Yusuf EfendiSosok perempuan, apalagi dia seorang ibu, dalam kebudayaan Melayu sangat dijunjung tinggi. Dalam sebuah pantun Melayu yang indah disebutkan: Wahai ananda kekasih ibu, pada ibu jangan terlaluBela pelihara setiap waktu, supaya engkau tak dapat malu Pantun di atas mengingatkan kepada anak-anak muda, bahwa ...
Oleh Samuel Oktora dan Khaerul Anwar Setelah 85 tahun menanti, akhirnya acara yang ditunggu tiba. Ka Nua, ritual adat peresmian kampung di Pali Analoka, Desa Nenuwea, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, digelar pada 29 Juni-2 Juli 2010. Ritual adat ini sangat langka. Selain dilaksanakan sekali untuk ...