Oleh : UU. HamidyOrang Melayu telah memandang Agama Islam dengan rangkai kata “dapat dipakai untuk hidup serta dapat ditumpangi untuk mati”. Maknanya, Agama Islam dapat menjawab dua tantangan besar hidup manusia. Pertama tantangan hidup dunia, kedua tantangan hidup di akhirat. Agama Islam dalam pandangan tradisi Melayu yang Islami, ...
Oleh: Yurnaldi Orang banyak nyatalah tentu, Bilangan lebih daripada seribu,Mati sekalian orangnya itu, Ditimpa lumpur, api, dan abu. Pulau Sebuku dikata orang, Ada seribu lebih dan kurang,Orangnya habis nyatalah terang, Tiadalah hidup barang seorang. Rupanya mayat tidak dikatakan, Hamba melihat rasanya pingsan,Apalah lagi ...
Kami harus cepat berkemas, meski tubuh terasa lelah setelah terdera berbagai aktivitas selama tiga hari berturut-turut, dari tanggal 20—22 Juli, dalam rangkaian acara Festival Seni Budaya Melayu Kalimantan Barat (FSBM-KB) V di Kota Sanggau. Kegiatan terakhir yang kami ikuti adalah Seminar Pakaian Adat dan Budaya Melayu. Abang kami, ...
Pagi itu masih cukup gelap (20 Juli 2008), ketika rombongan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) yang terdiri dari Pemangku BKPBM Mahyudin Al Mudra, SH., MM., Pelaksana Harian BKPBM Hadi Kurniawan S.H.I., Public Relations BKPBM Yuhastina Sinaro SST.Par., Pimred www.wisatamelayu.com Lukman Solihin, S.Ant, redaktur ...
Oleh Prof. Usman Pelly, Ph.D Di mana kampung halaman (home land) Bahasa Melayu dan penutur bahasa itu? Sekarang makin jelas, sejak turunnya ke lapangan tokoh-tokoh ilmu sosial (social sientists) dari berbagai keahlian. Dalam tim investigasi ATMA-UKM (Lembaga Alam Tamadun Malaysia Universiti Kebangsaan Malaysia) berhimpun ahli bahasa ...
Oleh Shafwan Hadi Umry Meledaknya perubahan zaman dan masyarakat dunia, termasuk masyarakat kita di Sumatera Utara khususnya telah menimbulkan dampak perkembangan Iptek, termasuk peningkatan kecanggihan sarana komunikasi. Namun, bersama dengan situasi pelebaran jarak antara kaya dan miskin, antara kecanggihan dan keterbelakangan itu ...
Oleh : Mahyudin Al-MudraPendapat yang mengatakan bahwa orang Melayu mesti beragama Islam, berbahasa dan berbudaya Melayu, dan berdomisili di kawasan Melayu, sepertinya sudah tidak kontekstual dan memadai lagi, terlebih lagi di era globalisasi dan multikultural seperti sekarang ini. Setidaknya ada dua alasan utama mengapa proposisi di atas ...
Oleh : Zulhasril Nasir Ada satu soal yang selalu mengganjal kebanyakan orang apabila membincangkan Tan Malaka, yakni apakah dia seorang nasionalis atau komunis? Jika pertanyaan itu terjawab, sangatlah relevan menghubungkan pemikiran dan sosok Tan Malaka pada hari- hari peringatan Kebangkitan Nasional sekarang ini. Manusia Tan ...
Pagi itu (23/02/2008) matahari bersinar cerah, secerah wajah-wajah petugas perbatasan Sungei Tujoh (perbatasan antara Brunei Darussalam-Miri) yang sedang merayakan hari kemerdekaan negaranya yang ke-24. Suasana sepi. Tidak ada taksi atau angkutan umum yang lewat. Hanya sesekali tampak bus jurusan Miri-Jerudong melintas. Empat kru ...
Oleh : Jamal D Rahman Usaha merevitalisasi kebudayaan Melayu akhir-akhir ini berlangsung cukup marak, terutama di Riau. Berbagai kegiatan berkaitan dengan usaha menghidupkan atau menyemarakkan kembali kebudayaan Melayu kerap dilakukan, mulai dari penerbitan buku, festival, seminar, sampai pemberian penghargaan kepada ...
Suku Makassar salah satu suku bangsa yang mobilitasnya sangat tinggi. Di setiap kota, seperti di Alor Kecil, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahkan di sejumlah negara, ada komunitas Makassar atau perkampungan Makassar. Latar belakang merantau (sompe‘) dan bermigrasi (malleke‘ dapureng) bukan karena kelaparan, dapur ...
Chua Soo Pong terlihat begitu menikmati kunjungannya ke Solo. Selain bisa menapakkan kaki di Keraton Solo dan diterima GRK Wandan Sari selaku Pengageng Sasono Wilopo Kasunanan Surakarta, Soo Pong juga disuguhi menu lengkap tentang aneka jenis dan kisah batik Indonesia berikut perkembangannya dari masa ke masa di Museum Batik Danar Hadi. Tak ...