Saturday, 18 April 2026   |   Saturday, 1 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.248
Today : 20.888
Yesterday : 143.251
Last week : 249.242
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

About us

S. Suryadi (Leiden - Netherlands)

23 Mei 2007, 3:38 pm

Nama : Suryadi
Alamat :
Dept. of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania
Leiden University, Postbus 9515, 2300 RA Leiden - The Netherlands
Phone : +31-(0)71-5272414; 8883587
Institusi : Dept. of Languages and Cultures of Southeast Asia and Oceania  

Komentar :

Assalamualaikum Redaksi Melayuonline,

Melihat tampilan Melayuonline.com yang terakhir, ada sedikit komentar lagi dari saya. Jika berguna boleh dipertimbangkan, jika tidak boleh dibuang saja.

Kesan saya: walaupun di laman depan web ini ada ungkapan "Dunia Melayu sedunia", namun di dalamnya Melayuonline masih menampilkan konsep Melayu dalam perspektif yg agak sempit, yaitu dunia Melayu yang asosiatif dengan Riau dan Malaysia. Kesan ini setidaknya diperoleh setelah mengunjungi semua menu yang ada di portal MelayuOnline.com. Ini hampir sama konsepnya dengan beberapa cyber portal mengenai Melayu yang ada di Malaysia, Brunei, dan Riau.

Semula saya mempunyai ekspektasi bahwa MelayuOnline.com yg berbasis di Yogya ini punya ‘warna‘ yang agak berbeda dengan web-web Melayu yang sudah ada, yaitu melihat dunia Melayu dalam perpektif yang lebih luas. Jadi, alangkah baiknya jika dalam berbagai portal itu, baik berita, tentang buku, dan lain-lain ditampilkan juga dunia Melayu atau aspek kebudayaan Melayu dari daerah lain -- Melayu Bima, Melayu Banjar, Melayu Minangkabau, Melayu Kupang, Melayu Jambi, Melayu Ternate, dll. Dengan demikian dunia Melayu sebagai kawasan yang membentang lebih luas dari sekedar daerah Riau dan Malaysia sekarang dapat tercover dan tergambar dalam web kita yang cantik ini. Demikian juga halnya, bahasa Melayu sebagai lingua franca di kawasan itu juga dapat digambarkan, lengkap dengan kekayaan dialek2nya.

Salam hormat,

Suryadi

_________________ 

Jawaban Redaktur :

Assalamualaikum wr wb.

Ekspektasi awal Anda terhadap MelayuOnline.com  sama sekali tidak salah sedikitpun, karena secara genetis MelayuOnline.com dilahirkan untuk ‘membaca‘ Melayu dengan perspektif yang luas/ multi side perspective. Hal ini bisa dibuktikan jika Anda masuk ke berbagai menu secara agak lebih teliti, maka anda akan menjumpai struktur yang telah kami siapkan berdasarkan geo-budaya yang terbentang sejak dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Philipina, Indocina sampai ke Madagaskar. Untuk Indonesia lebih dari 20 propinsi, sejak dari Riau, Aceh, Minang (seluruh Sumatera), Kalimantan, Sulawesi, Bima, Ternate.  Tampilan menu artikel pun sudah mulai agak beragam (misalnya)  artikel dari Anda, Oman Faturrahman dan juga tentang upacara (semisal) "Batimung Mandi Uap Warisan Warga Banjar" dan sebagainya. Hari ini kami turunkan artikel tentang Melayu Sumba, sebuah makalah  ala kadarnya, yang kami pungut dari Konggres Kebudayaan 2003 di Bukittinggi.

Kalau selama ini MelayuOnline.com agak terkesan "Riau dan Malaysia sentris", itu lebih disebabkan karena hal teknis semata (bukan karena polarisasi konsep Melayu kami). Pertama, karena MelayuOnline.com baru di launching sejak 1 Muharam 1428 (20 Januari 2007), sehingga data-data yang di upload harus menunggu giliran, sebab crew kami hanya 12 orang (meski sudah dikerjakan siang malam). Kedua,(jujur saja) data-data yang kami miliki tentang Melayu (khususnya Melayu diluar Riau dan Malaysia), belum lengkap betul. Sementara, berbagai media online diluar dua geo-budaya tersebut (kecuali Sumut dan Sumbar) bahkan sangat sedikit yang membahas Melayu.

Oleh karena itu, kami sangat berharap semoga anda berkenan untuk "mengawal dan mengawasi" perkembangan MelayuOnline.com ini agar tidak menyimpang dari "khittoh"   semula, yaitu untuk mengemban "amanah kebudayaan" dengan cara melakukan upaya untuk mendokumentasi, merevitalisasi, dan sebagai media komunikasi bagi puak-puak melayu Sedunia.

Tentu saja, sebagaimana yang kita pahami bersama, kerja-kerja budaya semacam ini memerlukan waktu yang sangat lama, ketekunan yang tanpa batas dan network yang luas. untuk yang terakhir (network) kami sangat mengandalkan Anda sebagai leader dalam sindikasi kebudayaan ini. Oleh karenanya kami sangat berharap  agar Anda (sebagai "ninik mamak nan di Tanjuang") tidak pernah bosan memberi tunjuk-ajar, petuah-petitih kepada anak-kemenakan di "rumah gadang" MelayuOnline.com ini. Sebagai "rumah kebudayaan" tempat kita "pulang" dari perantauan keilmuan, kami berharap Anda mengcontribute MelayuOnline.com ini dan mewartakannya ke semua linkages yang anda miliki. Bukankah kata orang Melayu "yang kosong sama diisi, yang kurang sama ditambah"?

Sambil menunggu kabar dari Anda selanjutnya kami ucapkan terima kasih dan salam dari seluruh anak-kemenakan kru MelayuOnline.com di Yogya untuk mutiara Melayu Minang yang hilang di negeri Kincir Angin.

Wassalam,

Naina Sinaro
(Humas Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu)

 

Read : 28.302 time(s).

Insert your comment here :

Please login to comment

Please login with your email and password, if you currently not registered, please register with link provided.

 Registered member please login
Email
Password