Tuesday, 28 April 2026   |   Tuesday, 11 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 4.377
Yesterday : 25.766
Last week : 7.342.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



07 april 2015 07:07

Islam dan Melayu: Martabat Umat dan Daulat Umat

Judul Buku
:
Islam dan Melayu: Martabat Umat dan Daulat Umat
Penulis
:
Siddiq Fadzil
Penerbit:

Akademi Kajian Ketamadunan Kolej Dar al Hikmah, Selangor, Malaysia

Cetakan
:
2012
Tebal
:

xix + 209

Ukuran
:
15,3×22,7 cm 

Buku ini terdiri dari kumpulan tulisan-tulisan Siddiq Fadzil dengan dua pokok tema besar yaitu martabat umat dan daulat umat. Beliau mencoba menggabungkan pengajian Islam, kebudayaan, dan sejarah peradaban Melayu. Penggabungan tersebut menghasilkan tulisan yang meyakinkan dan penuh pesan manfaat dan bermakna khususnya mengenai pengetahuan agama Islam.

Martabat Umat

Siddiq menguraikan bahwa nilai Islam menjadikan bangsa Melayu makin tinggi marwahnya. Dengan nilai Islam, Melayu selalu menjaga diri untuk tidak menghina dan memalukan anak bangsa, atau dengan kata lain mendzolimi diri mereka sendiri.  Hal tersebut dibuktikan dalam sejarah Melayu yaitu Piagam Palembang yang berisi sumpah setia antara Seri Teri Buana sebagai raja dengan Demang Lebar Daun sebagai rakyat. Manuskrip bersejarah yang diambil dari kitab Sulalatus Salatin tersebut berisi suara rakyat Melayu yang menuntut komitmen penguasa untuk menghormati marwah dan kehormatan tiap manusia sebagai insan yang mulia.

Masih dalam konteks bukti sejarah, bahwa pada masa kerajaan Melaka, umat Melayu telah mampu untuk menerapkan objek syariat yang meliputi marwah dan kehormatannya. Siddiq Fadzil begitu melekatkan Islam pada sendi-sendi kehidupan orang Melayu. Banyak terdapat istilah-istilah dalam Islam yang disandingkan dalam aspek-aspek kehidupan orang Melayu. Salah satu contoh sederhana adalah wa’ad atau dalam bahasa Melayu berarti sumpah setia. Ini juga dikaitkan dengan gambaran mengenai penghargaan dan penghayatan umat Melayu terhadap pesan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada pidato Arafah.

Kedaulatan Rakyat

Pesan-pesan Islam disampaikan dalam buku ini tanpa mengaburkan analisis terhadap situasi kehidupan orang Melayu. Perihal kedaulatan, yang menjadi salah satu dari dua tema besar bukunya, Siddiq mengutip dari Dr. Muhammad Diya’al dinal Rays bahwa kedaulatan menurut perspektif Islam, selain merujuk pada kedaulatan syariat juga merujuk pada kedaulatan rakyat yang di dalamnya terdapat komponen umat dan syariat. Penguasa Islam sejatinya dikawal dari dua arah, yaitu dari atas oleh syariat Islam dan dari bawah oleh umat. Dalam konteks budaya Melayu, paham rakyat sebagai sumber kuasa diisyaratkan secara implisit dalam pemakaian gelar yang dipakai pemimpin, seperti misalnya Yang Dipertuan. Kedaulatan umat yang berarti umat sebagai sumber kuasa membawa implikasi bahwa penguasa berada di bawah kuasa umat/rakyat bukan sebaliknya.  

Peranan Islam dalam pembentukan jati diri, pandangan hidup, dan etos Melayu begitu besar, sehingga dapat dikatakan tanpa Islam, Melayu kehilangan segalanya. Dalam membahas globalisasi, Siddiq begitu jeli dan tegas bahwa dengan nilai-nilai Islam, kebudayaan Melayu dapat bertahan dalam gempuran globalisasi. Pembentukan kebudayan Islam telah memainkan peranan yang amat menentukan dalam epistemologi, aksiologi, pandangan hidup orang Melayu yang bersumber pada ajaran Islam.

Buku ini sangat cocok bagi para peneliti agama dan budaya untuk mengamati dan mengkaji seberapa besar pengaruh agama bagi kehidupan suatu masyarakat dan bagaimana masyarakat sebagai komunitas sosial manusia itu menggunakan agama yang dianutnya sebagai dasar hidupnya. Bagi para pengamat budaya supaya tidak terjebak pada konteks syariat agama saja tetapi juga melihat dari sisi budaya manusia itu seutuhnya. (Adwi/Res/02/04-2015)

Read : 1.055 time(s).