Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 1.942
Yesterday : 24.704
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



05 agustus 2015 07:07

Bahasa Melayu dalam Arus Perkembangan Zaman

Judul Buku
:
Bahasa Melayu Bestari
Penulis
:
Teo Kok Seong dkk.
Penerbit:
Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) UKM
Cetakan
:
Pertama, 2010
Tebal
:
xii + 173 Halaman
Ukuran
:
14cm x  22 cm.

Bahasa Melayu, dalam hal ini bahasa resmi Melayu Malaysia, mengalami tuntutan perkembangan sangat cepat, karena faktor eksternal terutama pada ranah teknologi, dunia informasi, dan hiburan yang melaju tiada terkira. Hal ini memunculkan problem besar bagi banyak kalangan karena tidak segera diikuti dengan adanya buku-buku yang dapat dijadikan rujukan dan panduan bagi masyarakat, baik untuk komunikasi sehari-hari maupun untuk kegiatan ilmiah.

Bila kita tengok kondisi perkembangan bahasa Indonesia, yang juga berakar dari Bahasa Melayu, relatif lebih mapan dan cepat mengantisipasi terjadinya akselerasi perkembangan pengetahuan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan buku panduan bahasa Indonesia lainnya yang selama ini menjadi pedoman pengguna bahasa Indonesia juga aktif melakukan revisi dan pembaruan sehingga selalu mampu mengikuti perkembangan yang ada.

Kehadiran buku Bahasa Melayu Bestari ini sangat menolong untuk mengurai salah satu masalah besar bahasa Melayu dalam hal penyesuaian dengan perkembangan pesat tersebut. Menjadi rujukan cepat agar penggunaan bahasa Melayu senantiasa baik dan benar sesuai kaidah dalam aspek bahasa. Utamanya menjadi pedoman bagi penggunanya dalam bidang penulisan.

Sengaja buku ini disusun dalam bentuk dan format sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan hal-hal yang mendasar diingatkan ulang karena menjadi standar kebenaran berbahasa Melayu sesuai acuan baku yang telah ada, misalnya mengenai ejaan huruf Arab Melayu, latin, dan istilah dalam bahasa Melayu.

Penyusunan buku ini melibatkan tujuh orang akademisi dalam aspek yang berbeda-beda dalam bahasa, seni, dan sastra Melayu. Prof. Dr. Noriah Mohamed membahas mengenai pantun; Prof. Madya Dr. Idris Aman membahas system ejaan latin, imbuhan dan persamaan bilangan kata; Prof. Madya Dr. Shaiful Bahri Md. Radzi membahas istilah bahasa dan pantun; Dr. Chong Shin mengenai bahasa Melayu kalangan istana; Dr. Zarina Othman dan Dr. Nazri Muslim membahas panggilan hormat; dan Tuan Haji Nurazmi Kuntum membahas prinsip ejaan Arabnya.

Proses penyusunan buku ini mengacu pada tulisan-tulisan khususnya dari Dewan Bahasa dan Pustaka, dan akan disusun secara berkala menyesuaikan percepatan perkembangan yang ada sehingga dapat dijadikan bahan rujukan oleh pengguna bahasa Melayu sesuai zaman dan keperluan. (OS Koto/Res/45/07-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Read : 1.040 time(s).