28 sepember 2015 07:07
Manuskrip Melayu, Cermin Membasuh Diri
Judul Buku
| : | Manuskrip Melayu: Sumber Maklumat Peribumi Melayu |
Penulis
| : | Ding Choo Ming |
| Penerbit | :
| Universiti Kebangsaan Malaysia |
Cetakan
| :
| Pertama, 2008 |
Tebal
| :
| 78 Halaman |
Ukuran
| :
| 15 cm x 23 cm. |
Keberadaan manuskrip merupakan saksi sejarah otentik yang memiliki otoritas tinggi sebagai sumber pengetahuan. Karena itu masyarakat Melayu kerap menjadikannya bahan acuan atau pengetahuan dalam menentukan sejarah maupun peristiwa yang terjadi di masa lampau. Dengan adanya catatan ataupun cerita yang terdapat di dalam manuskrip, masyarakat Melayu kini dapat mengetahui apa saja yang terjadi pada zaman dahulu, misalnya soal budaya, ilmu pengetahuan, bahasa, undang-undang, serta adat kebiasaan prilaku masyarakat pada zamannya, dan lain sebagainya.
Bahkan sejarah kerajaan Melayu sebelum Abad ke-19 yang tersebar di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku banyak mengisi lembaran-lembaran artefak budaya ini. Begitu juga kerajaan-kerajaan Melayu di luar kawasan Indonesia, seperti Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura.
Kontribusi warisan intelek masa lalu bangsa Melayu ini juga bisa kita telusur melalui berbagai perkembangan ilmu pengetahuan yang ada, karena dia juga memuat banyak perilaku dan karakter manusia tempo dulu; soal moralitas dan jati diri suku-suku tertentu, soal kekuatan mental spiritual dan kemandirin bangsa Melayu.
Karena itu, Ding Choo Ming beranggapan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut masih diperlukan hingga saat ini sebagi acuan dalam berprilaku dan membangun kepribadian orang-orang Melayu, sebagai ilmu pendidikan dan bahan pengetahuan. Hal tersebut dianggap penting demi menjaga keberlangsungan adat tradisi maupun kebiasaan dan jati diri orang-orang Melayu saat ini dan masa yang akan datang.
Buku ini dihadirkan tidak saja untuk membanggakan kehidupan intelektual bangsa melayu di masa lalu, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk mengungkap kembali makna yang terkandung di dalam berbagai manuskrip Melayu untuk secara aktif dilestarikan melalui prilaku yang arif sesuai dengan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan semangat itu, naskah-naskan lama ini tidak saja tetap lestari keberadaan fisiknya tetapi bahkan selalu hidup mengejawantah sebagaimana spirit penulisnya.
Buku ini sangat penting bagi pemerhati naskah lama untuk menyertakannya sebagai sumber penting dalam penelitian kehidupan masa lalu nusantara. Bagi orang-orang melayu sendiri, buku ini adalah cermin semestanya untuk membasuh diri agar segar menatap masa depan. (OS Koto/Res/64/09-2015)
Editor: Agus Najib Afwan
Read : 1.007 time(s).