Monday, 8 June 2026   |   Monday, 22 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 2.715
Yesterday : 24.704
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



26 oktober 2015 07:07

Destar Melayu, Pancarkan Kharisma Pribadi Kukuhkan Jati Diri



Judul Buku
:
Destar Warisan Malaysia: Koleksi Terpilih
Editor
:
Wan Yahya Abdullah
Penerbit:
Jabatan Muzium dan Antikuiti
Cetakan
:
Pertama, 2004
Tebal
:
viii + 156 Halaman
Ukuran
:
25,5 cm x  28 cm.

Buku ini berisi penjelasan mengenai Destar Malaysia atau yang juga dikenal sebagai tengkolok/tanjak. Destar merupakan penutup kepala (penyekat rambut) bagi lelaki Melayu sejak zaman dahulu. Seiring berjalanannya waktu, destar tidak hanya dijadikan sebagai penutup kepala tetapi telah masuk menjadi bagian dari busana Melayu yang wajib dikenakan ketika acara-acara adat.

Budaya Melayu lahir dari sentuhan penghayatan, perasaan, pemikiran, dan pengalaman hidup yang mencerminkan kehalusan budi dan keteguhan marwah. Begitu juga destar yang memiliki bentuk ikatan berbeda-beda sesuai tempat dan kedudukan penggunanya, juga memiliki nama, nilai estetika, dan filosofi tersendiri sesuai bentuk, motif, dan warna. Destar bisa memancarkan aura kharisma dan marwah bagi pribadi pemakainya. Destar juga di kenal dengan sebutan yang berbeda–beda. Disebut tengkolok di Perak, stanjak di Selangor, puntal di Kelantan, Patani,  dan Terengganu. Di Minangkabau disebut juga dengan Destar.

Destar telah tercatat di dalam sejarah dan Hikayat-hikayat Melayu seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Abdullah, dan lain sebagainya. Di dalam catatan Cina juga disebutkan mengenai destar dengan menjelaskan pakaian lelaki Melayu yang menggunakan ikat kepala.

Buku ini terdiri dari beberapa bagian yang menjelaskan mengenai destar. Mulai dari definisi, jenis-jenis lipatan/ikatan, tata cara pembuatan, cara mengikat, cara pemakaian, dan lain sebagainya. Dijelaskan pula tentang destar dan pemakainya oleh berbagai kalangan yang berbeda-beda dan dalam acara yang beraneka pula.

Gambar-gambar destar dari setiap negeri juga ditampilakan di dalam buku ini. Desain destar terinspirasi dari berbagai macam benda dan peristiwa yang ada di sekeliling hidup manusia. Dari tumbuh-tumbuhan, misalnya, melahirkan corak pucuk rebung, sekelonsong bunga, sirih kembar dan lain-lain. Terinspirasi legenda (manusia) melahiran bentuk datuk menteri, laksamana, putera kayangan seri indera putera, dan sebagainya. Dari hewan memunculkan corak belalai gajah, elang melayang, naga bersulang, dan sebagainya. Ada juga model makanan, senjata, dan abstrak.

Kehadiran buku ini sangat bermanfaat sebagai dokumentasi artefak seni budaya Melayu sekaligus panduan pembelajaran dalam membuat destar dengan motif-motif lain bagi peminatnya. Zaman boleh berubah, tetapi warisan luhur sejarah harus tetap terjaga.  Destar bukan hanya kelengkapan busana biasa, karena ia adalah bagian dari ciri khas khazanah budaya dan salah satu pengukuh identitas Melayu. (OS Koto/Res/7i/10-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Read : 1.096 time(s).