30 januari 2016 07:07
Orang Melayu di Zaman yang Berubah
Judul Buku
| : | Orang Melayu di Zaman yang Berubah |
Penulis
| : | Drs. Isjoni Ishaq, M.Si |
| Penerbit | :
| Unri Press |
Cetakan
| :
| Pertama, 2007 |
Tebal
| :
| xi + 168 Halaman |
Ukuran
| : | 14 cm x 21 cm. |
Perubahan adalah keniscayaan dalam proses kehidupan manusia untuk mewujudkan harapan yang lebih baik di masa depan. Kesadaran manusia untuk menolaknya sesungguhnya adalah upaya pengingkaran sejarah kemanusiaannya dan membiarkan diri tertinggal dalam kebekuan dan kekerdilan. Tidak ada satu orang pun yang mampu terbebas dari apa yang biasa disebut sebagai ‘undang-undang baja sejarah’ ini, semua pasti berubah kecuali perubahan itu sendiri. Memang perubahan tidak datang sendirian, tetapi selalu menyertakan nilai-nilai yang diusungnya. Dan, bagi manusia, tantangan paling menarik yang harus dihadapi adalah nilai-nilai yang menyertai perubahan itu.
Buku ini berisi tentang tantangan kehidupan orang Melayu sejalan dengan zaman yang terus berubah itu. Perubahan-perubahan yang mulai merasuki kehidupan orang Melayu tanpa disadari juga merubah prilaku dan tatanan adat istiadat yang terkandung dalam budaya Melayu. Perubahan yang sering dianggap sebagai proses westernisasi ini adalah kenyataan yang tidak dapat dibendung, karena perkembangan teknologi modern yang menyertainya juga menerpa semua orang, tak terkecuali orang Melayu.
Agar terhindar dari kealfaan budaya, tentu ada banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini ke dalam generasi muda Melayu agar kegemilangan masa lampau bisa terjaga dan tidak dilupakan begitu saja. Kebesaran kebudayaan Melayu selain mewariskan rasa bangga dan bisa dijadikan cermin untuk membentuk pribadi yang memiliki kepercayaan diri tinggi, seharusnya juga mampu dijadikan cambuk untuk mewujudkan kemajuan di masa yang akan datang.
Pada dasarnya budaya Melayu sangat terbuka dan mampu beradaptasi dengan kebudayaan luar. Orang Melayu memiliki kecendrungan menerima hal baru yang dianggap baik dan tidak berdampak pada rusaknya nilai-nilai budaya yang ada. Hal itu dapat di buktikan dengan alat musik Melayu yang berakulturasi dengan alat musik Bbarat. Menurut Isjoni Ishaq, pengembangan budaya Melayu perlu dilakukan agar tidak dirasa ketinggalan zaman oleh pemiliknya. “Pengembangan dan pemeliharaan kebudayaan Melayu tidak bisa tidak harus disusun dengan cara yang kemprehensif, yang memiliki cakupan luas, bukan hanya untuk kepentingan masyarakat dan orang-orang Melayu sendiri, melainkan juga untuk kepentingan pembangunan nasional dan kepentingan pembangunan bangsa” (h.95).
Potensi orang Melayu juga dijelaskan di dalam buku ini. Bukan saja potensi yang berorientasi ke masa depan tetapi juga sejarah yang telah membuktikan bahwa orang Melayu memiliki peranan penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Dalam kerangka inilah pentingnya pembinaan kebudayaan perlu terus dilakukan dan dikembangkan. Selain itu buku ini juga membahas mengenai Globalisasi dan masa depan orang Melayu. Pengembangan ini sangat penting untuk menjaga eksistensi kebudayaan Melayu sekaligus orang Melayu di tengah tuntutan perubahan zaman.
Secara garis besar buku ini dapat memberi gambaran bagaimana langkah yang perlu diambil ke depan agar budaya Melayu tetap dapat berkembang tanpa meninggalkan jati dirinya. (Oki Koto/Res/85/11-2015)
Read : 884 time(s).