Tuesday, 19 May 2026   |   Tuesday, 2 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 134
Today : 7.832
Yesterday : 19.896
Last week : 249.195
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Book Review



04 juli 2016 07:07

Alam Melayu



Judul Buku
:
Alam Melayu
Editor
:
Zainal Abidin Borhan dkk
Penerbit:
Panitia Seminar Festival Budaya Melayu Sedunia & Pemprov Riau
Cetakan
:
Pertama, 2003
Tebal
:
285 Halaman
Ukuran
:16 cm x  24 cm.

Buku ini merupakan kumpulan dari dua puluh naskah atau tulisan yang dibukukan tentang perkembangan budaya Melayu. Makalah-makalah ini telah dibentangkan pada Seminar Budaya Melayu Sedunia pada tahun 2003 di Pekanbaru atas prakarsa Pemerintan Provinsi Riau.

Judul-judul pembahasan dalam seminar tersebut adalah “Kebudayaan Melayu sebagai simpul ingatan serumpun” (Zainal Abidin Borhan), “Pantun sebagai representasi kebudayaan Melayu” (Maman S. Mahayana), “Orang Melayu of united kingdom” (M. Usoof J. Cutillan), “Budaya Melayu dalam citra tamadun bahari” (Suwardi MS), “Ako Ang Tood – Binhi Malayo” (Warfe Tupas Ebgracia), “Suatu kasus perbandingan: Kerajaan Serdang, Kesultanan Melayu Islam” (Tuanku Luckman Sinar Basarsyah – II), “Conserving Malay-Indonesian heritage in Madagascar” (Mboara Andiranarimanana), “Budaya Melayu: masa lalu, kini dan akan datang” (Mahdini), “Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu” (Muchtar Ahmad), “Dimensi kebangkitan ekonomi dunia Melayu” (Edyanus Herman Halim), “Pelestarian dan pengembangan masyarakat dan kebudayaan Melayu” (Zainal Kling), “Pemeliharaan dan pengembangan budaya Melayu” (Hasanuddin WS), “Kasus Sastera Malaysia” (Hashim Ismail), “Tourism and its possible impact on Malay culture” (Maas Ramli Muhamed), “Taiwan, Touch Your Hearch” (Derek C. T. Shu), “Tradisi tulis ulu di Bengkulu: naskah dan kehidupan masyarakatnya” (Sarwit Sarwono), “Membangun jalan sunyi: menengok kesenian kita” (Saukani Al Karim), “Riau dalam kebudayaan Melayu sejagad” (Tabrani Rab), “The Filipino dream of a reunion with the Malay world” (Ahmad E. Alonto, Jr), “Peranan kebudayaan Melayu dalam Sejarah” (Bazrul Bin Bahaman), “Pelestarian dan pengembangan budaya berfikir Melayu” (Sudarno Mahyudin), “Membaca Riau” (Dasri al Mubary), “Melayu Betawi: Kelompok Etnis Baru” (Teguh Widodo), “Problematika masyarakat dan kebudayaan Melayu di Asia Tenggara” (Husni Thamrin) dan “Tantangan dan peluang orang Melayu di Asia Tenggara” (Ilyas).

Hal menarik yang perlu dicermati lebih lanjut adalah mengenai Melayu Betawi. Melayu Betawi merupakan salah satu kelompok Melayu baru yang tumbuh di kota-kota pelabuhan seperti halnya Banjar, Menado, dan sebagainya. Melayu Betawi merupakan budaya yang muncul karena adanya gabungan kebudayaan yang beragam sehingga memiliki identitas tersendiri. Walau berada di pulau Jawa dan di sekitar lingkup budaya Sunda, akan tetapi identitas yang melekat pada kebudayaan Melayu tidak hanya bersumber dari dua budaya tersebut, melainkan dari beragam budaya di antaranya budaya, Jawa, Sunda, Cina, Arab, Melayu, dan lain sebagainya.

“Penduduk Betawi yang merupakan penduduk kota Jakarta asli, bukan pendatang baru, merupakan kelompok etnis baru yang terbentuk dari campuran masyarakat Sunda dengan para pendatang yang berasal dari berbagai etnis di dalam maupun luar Indonesia (h.243). lahirnya budaya Betawi juga dikarenakan berbagai etnis tersebut lambat laun meninggalkan identitas etnis aslinya dan kemudian membentuk identitas baru yang disebut Betawi.

Buku ini juga tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat atau para akademisi dan peneliti yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai alam Melayu mulai dari masyarakat hingga kebudayaannya. Setiap judul pembahasan, buku ini memaknai Melayu dengan beragam sudut pandang dalam mengartikannya. Selain Melayu Betawi tersebut tentunya pembahasan-pembahasan lainya juga menarik untuk diketahui sebagai bahan pengetahuan. Buku ini juga diharapkan menjadi referensi mengenai beberapa unsur pokok yang terdapat di dalam kebudayaan Melayu sejak dahulu hingga masa yang akan datang. (Oki Koto/Res/87/12-2015)

Read : 974 time(s).