Wednesday, 15 April 2026   |   Wednesday, 27 Syawal 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 3.125
Yesterday : 25.162
Last week : 249.242
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Malay Literature

Mantra of Self Protection

a:3:{s:3:

In the Malay society, this mantra is well known as penangkal, tangkal or azimat that is delivered to animate objects. It is believed that the chanted objects have a supernatural strength that can protect the owner. The process of delivering the mantra, based on the explanation above, is a way of transforming energy or power to the objects to embody azimat (amulet). The object is then believed could protect the owner. The Malay society, through the azimat, responded both internal and external threats they faced. Therefore they developed many forms and functions of mantra such as (1) the mantra of self strength; (2) the mantra of self defense; (3) the mantra of defeat; (4) the mantra of lover; (5) the mantra of detestation. The following mantra is the example of self protection mantra.

1. The Mantra of Self Strength

a. The Mantra of Making the Invulnerable Body

Ya man, ya ras, ya Malik
Ya kuserahkan kepada kamu

b. The Mantra of Making the Invulnerable Skin

Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara

c. The Mantra of Enforcing the Energy

Bismillahirrahmanirrohim
Hai besi bangunlah engkau si raja besi
Yang bernama si ganda bisa
Engkau duduk di kepala jantungku
Bersandar di tiang arasy
Kuminta tinggalkan insanku
Kuminta rendah insan sekalian
Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
Bujur lalu melintang patah
Lalu juga kehendak Allah
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

d. The Mantra of Making the Enemy Nervous

Bismillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum...mualaikum salam
Harimau datang mayat semua menanti
Mayat datang harimau semua menanti
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. The Mantra of Strengthening the Kick

Bismillahirrahmanirrohim
Auzubilla minannar arrim
Mufaiza hatal ya rasulullah iza kital maut
Mim kepalaku, bahuku nun
Pusatku dal
Kakiku alam-tubuhku
Aku kasih Allah

2. The Mantra of Protection

a. The Mantra of Pelimun (Keeping a Person from the Seeing of Enemy)

Bismillahirrahmanirrahim
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Perabun pelias peliseh
Sekalian jin dan syetan seteru lawanku
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

b. The Mantra of Making Another Person Reluctant

Bismillahirrahmanirrahim
Batu bertitik batu berdenting
Tiga batu dacing
Mulut terpempan gigi terkancing
Kau..(sebut nama orangnya)..tak boleh berlebih kata padaku
Durhaka engkau lebih-lebih kepada Allah
Berkat kalimat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

c. The Mantra of Protecting the House

Bismillahirrahmanirrahim
Imat-imat katemu itu
Mitu melion kate Allah
To badanda berkata-kata
Tak hendak kau datang memijak halaman rumahku
Karene telah ade penjaga pintu
Berdurhake kau kepade Allah
Bila hendak membinase rumahku
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah

d. The Mantra of Protecting Against Ghosts

Bismillahirrahmanirrahim
Anak gang anggu bukan kau punya anak
Aku punya anak
Aku tau anak
Kau bujang nas beranak
Batu ampar tengah air
Aku tau asal kau bajang
Sah aku menawar bajang sianu itu
Berkat kalimat lailahaillallah
Muhammadarrasulullah

3. The Mantra of Defeat

a. The Mantra of Pelemah Asal (Knowing the Origin of Enemy to Defeat Him)

Bismillahirrahmanirahim
Assalamualaikum
Badan engkau bernama tanah
Tanah mekhayal darah
Engkau bernama darah muharrap
Urat engkau bernama mahdini
Tatkala bapak engkau mengandung darah putih
Tatkala ibu engkau mengandung darah merah
Cih menguceh
Mani asal engkau menjadi
Berkat lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

b. The Mantra of Weakening the Enemy

Bismillahirrahmanirrahim
Rebah ramu engkau berdiri ramu aku
Rebah syarak engkau berdiri syarak aku
Aku mengambil baja sejengkal dalam diri engkau
Berkat lailaha illallah
Muhammadurrasulullah

c. The Mantra of Defeating the Enemy

Gempa ali gempa gempita
Dang sari gajah berlenggang
Sah aku anak harimau yang garang
Batu congkol hatiku
Nibung kering tulangku
Berkat doa baginda Ali
Gentar bumi gentar langit

d. The Mantra of Avoiding Hantu Laut (Sea Ghost)

Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya

e. The Mantra of Avoiding the Crocodile

Hai si jambu rakai
Sambutlah
Pekiriman putri
Runduk  di  gunung
Ledang
Embacang masak sebiji bulat
Penyikat tujuh penyikat
Pengarang tujuh pengarang
Diorak dikembang jangan
Kalau kau sambut
Dua hari jalan ketiga
Ke darat kau dapat makan
Ke laut kau dapat aku 

Aku tau asal kau jadi
Tanah liat asal kau jadi
Tulang buku tebu asal kau jadi
Darah kau gila, dada kau upih

f. The Mantra of Avoiding the Ghost

Bismillahirrahmanirahim
Hantu raya jembalang raya
Datang engkau dari hutan raya
Kembalilah engkau ke hutan raya
Engkau jangan bertemu anak sidang manusia
Jika bertemu anak sidang manusia
Tunduk engkau tujuh kali kepada aku
Umat Muhammadlah yang sebenarnya
Berkat kata laihaillallah Muhammadarrasulullah

g. The Mantra of Wining the Games

Allah kata salah
Muhammad kata silih
Jibrail kata fana

h. The Mantra of Keeping a Person from Dog‘s Attack

patah ranting ditendang kuda
mulut terkancing mata buta
puh!

4. The Mantra of Love

a. The Mantra of Pemanis Minyak (Sweetener of Oil)

Tuang minyak kutuang
Kutuang di tapak tangan
Bukan aku minyak seorang
Aku minyak bulan bintang
Matahari dan cahaya
Cahaya bulan dan cahaya aku
Cahaya bintang cahaya aku
Cahaya matahari cahaya aku
Cahaya Allah cahaya Muhammad
Berkait la ilahaillallah
Muhammadarrasulullah

b. The Mantra of Softening the Heart

Yatim aku mati tasauf kata Allah (3x)
Roh kalam kawah kali-kali
Aku buang darah gemuruh
Aku naik darah berani

c. The Mantra of Loving the Wife

Salatu salamu alisa isa wamumni
Aku ambil hidup engkau
Sampai mati akulah tuhan engkau
Akulah nabi engkau di dunia ini

d. The Mantra of Sweetening Powder

Bedak olak olek
Mari pakai ujung gunting
Kupakai bedak di luar kulit
Mesra dalam daging
Dengan berkat doa lailaha illallah
Muhammadarrasulullah

e. The Mantra of Lightening the Face

Sirih senggang kuning
Naik belukar muda
Muka aku bagai anak mambang kuning
Berkat aku memakai doa setandang muda
Matahari tidak berseri
Seri naik ke tubuhku
Bulan tidak bercahaya
Cahaya naik ke mukaku
Caha Allah caha Muhammad
Caha baginda Rasulullah

5. The Mantra of Hatred

Although this form of mantra also developed within the Malay society, it is scarcely used due to its bad functions. The words of this mantra are still collected

Sources:

Atlas Kebudayaan Melayu Riau. Pekanbaru: Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Riau.

Credit photo : www.spriritualindonesia.com

Read : 82.869 time(s).

Insert your comment here :

Please login to comment

Please login with your email and password, if you currently not registered, please register with link provided.

 Registered member please login
Email
Password