Wednesday, 29 April 2026   |   Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 1.632
Today : 21.987
Yesterday : 25.766
Last week : 169.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

13 agustus 2007 07:56

Menteri Besar Perlis, Malaysia, YAB Dato Seri Dr Shahidan Kassim

Mazhab bukan Jadi Perpecahan, Tapi Pemersatu Umat Islam
Menteri Besar Perlis, Malaysia, YAB Dato Seri Dr Shahidan Kassim

Medan- Menteri Besar Perlis, Malaysia YAB Dato Seri Dr Shahidan Kassim menyatakan mazhab (paham) bukan menjadi perpecahan atau pertikaian, tapi memersatu antar sesama umat Islam.

“Perbedaan mazhab hendaknya disikapi dengan terbuka, bukan saling tutup menutupi,” ucap Shahidan Kassim pada Seminar Pendekatan Ahli Sunnah Wal-Jamaah “Aqidah dan Syariah” kerjasama Kerajaan Perlis, Malaysia dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Hotel Garuda Plaza Medan, Jumat, (10/8) malam.

Hadir pada acara tersebut, Raja Muda Perlis selaku Yang Di Pertua Agung Majelis Agama Islam Perlis, Malaysia, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, DK, SPMP, Menteri Agama Islam Maftuh Basuni diwakili staf Ali Drs H Tulus, Rektor UMSU H Bahdin Nur Tanjung SE, MM, Dr Yuhanar Ilas MA mewakili PP Muhammadiyah, ulama dari Perlis dan Sumatera Utara.

Menurut Shahidan Kassim, umat Islam seharusnya mengesampingkan perbedaan mazhab sehingga tidakterjadi pertikaian yang merugikan umat Islam sendiri dan orang lain dan diharapkan Umat Islam bersatu untuk bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran terhadap negara mereka masing-masing.

Hasil seminar ini nantinya di bawah ke forum internasional guna mendorong persatuan umat Islam untuk membantu umat Islam lain yang masih tertindas.

Diselesaikan

Menurutnya, bila ada perbedaan mazhab seharusnya diselesaikan dengan saling terbuka.

Raja Muda Perlis selaku Yang Di Pertua Agung Majelis Agama Islam Perlis, Malaysia, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, DK, SPMP, dalam pidato sambutannya lebih menekankan akan pentingnya cendikiawan muslim untuk menghidupkan kembali ijtihad, guna menghadapi tantangan-tantangan akibat pembangunan yang begitu pesat.

Ia berharap agar umat Islam yang besar tidak seperti buih di lautan tapi menjadi umat yang mampu berperan di bidang teknologi modern.

Menteri Agama RI Maftuh Basuni dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Departemen Agama RI Drs H Tulus lebih menekankan perbedaan mazhab jangan dijadikan masalah yang menimbulkan pertikaian.

Tapi hendaknya dijadikan untuk melahirkan kajian-kajian yang bermanfaat bagi umat beragama baik di tanah air maupun di negara lain.

Kemajuan teknologi perlu didekatkan pada relevansi kedekatan mazhab.

Menurutnya, beberapa ahli fiqih di Indonesia tidak pernah mempertentangkan perbedaan mazhab, justru membantu umat Islam dalam meningkatkan kesejahteraan.

Rektor UMSU H Bahdin Nur Tanjung SE MM mengatakan seminar ini diharapkan guna pemersatu umat Islam di dunia. Seminar ini diisi pemateri dari Malaysia dan Indonesia yang diikuti 300 peserta.

Sumber : http://analisadaily.com/
Kredit foto : web5.bernama.com


Read : 2.434 time(s).

Write your comment !