Saturday, 27 December 2014   |   Saturday, 5 Rab. Awal 1436 H
Online Visitors : 1.864
Today : 17.257
Yesterday : 18.569
Last week : 123.047
Last month : 631.927
You are visitor number 97.497.457
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

09 desember 2009 04:45

Budayawan: Generasi Muda Kurang Mintai Tradisi Bersyair

Budayawan: Generasi Muda Kurang Mintai Tradisi Bersyair

Medan, Sumatra Utara - Masyarakat terutama dari kalangan muda dewasa ini dinilai sudah kurang berminat untuk mempelajari tradisi bersyair yang merupakan salah satu akar budaya Melayu.

Seniman dan Budayawan Riau, S Berrein SR, di Medan, Selasa, mengatakan, pembacaan syair di dunia Melayu sebenarnya sudah tidak asing lagi karena selalu dilakukan dan sudah menjadi tradisi masyarakat Melayu.

Pembacaan syair juga sering dipagelarkan maupun diperlombakan dalam berbagai acara baik dalam acara resmi maupun tidak resmi yang digelar oleh berbagai instasi pemerintah maupun swasta.

Hanya saja tradisi bersyair tersebut selalu dianggap kurang menarik minat generasi muda sekarang ini.

Entah karena pendendangnya yang tidak berkenan bagi penonton atau karena tampilan yang dibawakan saat mendendangkan syair tidak disukai masyarakat sekarang atau memang ada penyebab lain.

"Yang jelas banyak faktor yang menyebabkan tidak sukanya masyarakat menikmati seni budaya tradisional itu. Padahal dengan bersyair, masyarakat akan mengenal tokoh-tokoh yang ada dalam untaian kata tersebut, melalui isi ceritanya orang akan mengenal sejarah bangsa," katanya.

Menurut dia, agar generasi muda menyukai tradisi bersyair tersebut, banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mengemas lebih menarik.

Misalnya dengan menampilkan musikalisasi syair yang dikemas dengan memadukan alat musik tradisional dan alat musik modern seperti syair Perang Siak. Dengan demikian diharapkan akan lebih menarik dan menjadikan minat masyarakat semakin tinggi serta menyenangi kesenian tradisional itu.

"Musikalisasi adalah mendendangkan untaian kata yang ada dalam syair dengan didasari oleh nada dan irama. Bermusikalisasi sama artinya dengan bermusik hanya saja istilahnya saja yang berbeda," katanya.

Dalam musikalisasi syair Perang Siak, jelasnya, ditampilkan karya musik yang sifatnya kolaborasi dan modifikasi, namun berakarkan kepada ketradisian dan kaedah kemelayuan karena instrumen yang digunakan memakai instrumen musik tradisi dengan modern.

Gendang (bebano), biola, gitar klasik, keyboard, piano dan vokal latar serta pendendang syair lelaki dan perempuan merupakan kelengkapan dan perlengkapan musikalisasi dalam syair Perang Siak itu.

Perpaduan suara pendendang yang diiringi suara gendang dan gesekan biola, petikan gitar klasik serta harmonisasi piano elektrik maupun keyboard dan ditambah pula dengan vokal latar akan semakin melengkapi aransemen musikalisasi tersebut.

"Kolaborasi suara musik dan lirik-liriknya akan semakin memperindah pembacaan syair, dengan demikian animo masyarakat untuk mendengarkannya akan meningkat," katanya.

Sumber: http://oase.kompas.com
Kredit Foto: http://www.borneophotography.org


Read : 2.180 time(s).

Write your comment !