Wednesday, 10 June 2026   |   Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 3.897
Today : 43.635
Yesterday : 25.426
Last week : 227.151
Last month : 9.252.016
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

10 agustus 2007 06:14

Dari Puncak Helat HUT Emas Provinsi Riau

Jempol untuk Turunnya Angka Kemiskinan
Dari Puncak Helat HUT Emas Provinsi Riau

Pekanbaru- Di usia ke-50 tahun, sudah banyak kemajuan yang terjadi di bumi Riau. Di kabupaten/kota pembangunan terus bergeliat dan berkembang pesat, apalagi setelah pemberlakuan otonomi daerah (Otda) yang memberikan peluang sangat besar dalam berbagai hal.

Begitu antara lain gumam yang didengungkan Ketua DPRD Riau drh H Chaidir MM, saat memimpin sidang paripurna istimewa bersempena  Hari Ulang Tahun Emas Provinsi Riau, Kamis (9/8).

Dari penilaian Chaidir, sebelum otonomi daerah Riau dapat dikatakan sangat tertinggal dalam pembangunan di berbagai bidang. Namun, kondisi itu menjadi berbalik ketika otonomi daerah diberlakukan. Riau mulai menggeliat dan mengalami kemajuan pesat.

Iklim masyarakat yang kondusif dalam beberapa tahun terakhir, telah pula membangkitkan perekonomian masyarakat. Investasi pemerintah berupa APBD provinsi dan kabupaten/kota serta APBN meningkat secara drastis, kendati dibayangi oleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang cukup besar setiap tahunnya. Investasi sektor swasta sebagai engine of growth juga telah menciptakan lapangan pekerjaan yang amat dibutuhkan oleh masyarakat.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir perekonomian Riau tanpa migas menunjukkan terjadinya pertumbuhan rata-rata 8,59 persen pertahun, tertinggi di Sumatera dan di atas rata-rata pertumbuhan nasional 5,6 persen. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku selama priode 2005-2006 menunjukkan peningkatan, baik dengan migas maupun tanpa migas.

PDRB per kapita dengan migas, lanjut Chaidir, Rp30,12 juta pada tahun 2005 meningkat jadi Rp35,03 juta pada 2006. Sedangkan PDRB per kapita tanpa Migas Rp17,13 juta pada 2005 meningkat jadi Rp19,86 juta pada 2006. Artinya, berdasarkan indikator makro tersebut, tingkat kemakmuran penduduk Provinsi Riau yang meliputi 11 kabupaten/kota umumnya telah menunjukkan perbaikan. Hal ini terlihat dari angka terbaru kemiskinan di Riau yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) dari 12,56 persen turun menjadi 11,20 persen. Ini menurut Chaidir, patut diacungi jempol.

“Keberhasilan yang diraih Riau untuk bidang satu ini layak mendapat tepuk tangan dari kita semua dan patut diacungi jempol,” ajak Chaidir yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Ditambahkan, masih banyak lagi keberhasilan-keberhasilan yang telah di raih Riau di usia ke-50 tahun ini, yang disampaikan oleh Chaidir dalam pidatonya kemarin. Keberhasilan dimaksud mencakup aspek ekonomi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

“Telah banyak yang dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab sejarah dalam upaya pemakmuran masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh moyang kita. Namun secara jujur harus diakui bersama banyak yang sudah kita lakukan, banyak juga yang belum dilakukan. Masyarakat kita sudah cerdas aspirasinya berkembang cepat. Pemerintah di tuntut untuk lebih cepat, tepat dan lebih baik lagi ke depan,” kata politisi dari Partai Golkar ini mengingatkan.

Sementara itu dalam peringatan Puncak HUT Emas Provinsi Riau yang dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (9/8) HM Rusli Zainal SE MP mengatakan, selama empat tahun sejak dirinya diangkat untuk memimpin negeri bumi lancang kuning ini, telah banyak keberhasilan yang diraih. Keberhasilan ini dicapai karena memang Pemprov memiliki komitmen tinggi untuk membawa masyarakat Riau ke kehidupan yang sejahtera.

“Saya akan tetap memfokuskan program K2I untuk satu tahun masa kepemimpinan saya kedepan. Karena inti sari dari program K2I ini adalah bagaimana seluruh masyrakat Riau sejahterah. Dan harus diakui bersama bahwa tidak mudah mencapai itu, dan tidak mungkin dalam waktu singkat. Namun jika seluruh elemen masyarakat Riau bersatu, saya yakin tujuan itu akan kita gapai, ungkapnya.

Sambut Presiden

Gubernur Riau juga kembali mengharapkan, agar seluruh elemen masyarakat Riau supaya bersikap santun, dalam menyambut kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyno (SBY) ke Siak dan Pekanbaru. Ini terkait dengan kehadiran SBY pada 11 Agustus besok.

“Jikapun ada demontarasi yang dilakukan oleh elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya, maka lakukanlah dengan etika yang santun. Sesungguhnya budaya melayu telah mengajarkan bagaimana cara-cara yang terhormat dalam mengeluarkan pendapat,” ujar Gubernur Riau Rusli.

Dilanjutkannya, Presiden SBY merupakan simbol negara yang harus dihormati. Dengan kenyataan itu maka sudah sewajarnyalah bahwa kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini harus diberikan tempat yang terhormat di Provinsi Riau.

Sumber : Riau Pos


Read : 1.853 time(s).

Write your comment !