Saturday, 25 April 2026   |   Saturday, 8 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 110
Today : 7.391
Yesterday : 18.047
Last week : 7.342.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

01 februari 2010 06:30

Keterikatan Kemelayuan di Penutupan Milad IX IPMKN-Y

Keterikatan Kemelayuan di Penutupan Milad IX IPMKN-Y

Yogyakarta, MelayuOnline.com - Bertempat di Halaman Parkir Unit 1, Universitas PGRI Yogyakarta, semalam (31/01) digelar Bazar Budaya dan Pentas Seni. Acara ini merupakan puncak acara yang sekaligus merupakan Penutupan Milad ke-IX IPMKN-Y (Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna Yogyakarta). Perhelatan semalam merupakan puncak dari rangkaian acara untuk menyambut Milad ke-IX IPMKN-Y. Rangkaian tersebut telah dimulai sejak 29 November 2009 dan berakhir semalam, 31 Januari 2010.

Hadir dalam acara Penutupan Milad ke-IX IPMKN-Y antara lain perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna yang diwakili oleh Taslim Hasan (asisten I Bupati Natuna), Perwakilan dari DPRD Natuna, Daeng Amhar (wakil ketua DPRD Natuna), Ketua Keluarga Masyarakat Kepulauan Riau Yogyakarta, Ir. Said Fadillah, M.SI, dan mahasiswa-mahasiwa yang tergabung ke dalam IPMR (Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau) dan IPMKR (Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau) beserta komisariat-komisariatnya.

Dalam kata sambutannya, Ir. Said Fadillah, M.SI mengungkapkan rasa bangga bahwa misi mengembangkan kebudayaan Melayu (Kemelayuan) cukup terakomodir dalam acara kali ini. Pasalnya, acara yang dihelat oleh IPMKN tersebut didukung pula oleh perwakilan dari IPMR dan IPMKR dengan dukungan pembukaan stand dari mahasiswa dari Bangka dan Pelalawan. Ir. Said Fadillah, M.SI menyatakan bahwa “Masalah Melayu adalah masalah budaya, bukan masalah batas administrasi”.

Selepas sambutan dari Ir. Said Fadillah, M.SI, berturut-turut disampaikan pula kata sambutan dari perwakilan DPRD Natuna yang diwakili oleh Daeng Amhar serta sambutan dari perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna yang diwakili oleh Taslim Hasan. Dalam kata sambutannya, Taslim Hasan menyambut baik digelarnya acara kali ini. Meskipun tanpa dukungan dana dari pemerintah daerah, nyatanya para mahasiswa yang tergabung dalam IPMKN terbukti telah sukses menyelenggarakan acara sebesar ini. Bahkan Taslim menggarisbawahi bahwa acara semacam ini perlu diagendakan sebagai upaya mengembangkan kebudayaan Melayu, karena bagi Taslim “Walaupun masih dalam tahap belajar, kita harus bisa mengembangkan seni dan budaya”. 


Serampang Dua Belas dan Gasing Bedincak

Sebagai puncak acara Penutupan Milad ke-IX IPMKN, digelar pentas seni dengan menampilkan ragam budaya Melayu. Misalnya sajian Tari Serampang Dua Belas yang ditampilkan oleh mahasiswa dari Kabupaten Karimun. Tari yang menampilkan kelincahan gerak kaki ini merupakan akulturasi dari kebudayaan Portugis yang diadaptasi ke dalam kebudayaan Melayu. Penampilan selanjutnya adalah permainan Gasing Bedincak yang merupakan atraksi permainan gasing yang ditampilkan oleh mahasiswa dari Bangka. Gasing Bedincak merupakan teknik bermain gasing yang sering dipertunjukkan dalam pembukaan acara budaya.

Di sela-sela acara, dilakukan pula penyerahan hadiah (piala) beberapa lomba yang telah digelar beberapa waktu sebelumnya. Perlombaan tersebut adalah lomba bola voli putra dan putri, bola kaki (sepakbola) putra, dan domino. Dalam perlombaan kali ini, duta olahraga dari IPMKN yang sekaligus juga sebagai tuan rumah, berhasil meraih juara I dalam lomba bola voli putra dan putri serta sepakbola. (Tunggul Tauladan/brt/01/02-2010)

Sumber Foto: Koleksi www.melayuonline.com (Fotografer: Tunggul Tauladan)


Read : 2.453 time(s).

Write your comment !