You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
13 april 2010 06:34
Opera van Banjar Tutup Kongres Kebudayaan Banjar II
Banjarmasin, Melayuonline.com - Setelah berlangsung selama tiga hari, Kongres Kebudayaan Banjar II akhirnya ditutup pada tanggal 7 April 2010 malam di Gedung Bundar Taman Budaya, Kota Banjarmasin. Penutupan kongres yang menghabiskan dana 1,5 milyar ini ditandai dengan penampilan Opera van Banjar yang didukung oleh para seniman Banjarmasin. Selain Gubernur Kalsel dan jajarannya, penutupan Kongres ini juga dihadiri oleh seluruh peserta, komunitas seniman dan masyarakat umum.
“Secara keseluruhan, Kongres berjalan dengan sukses dan meninggalkan momentum penting bagi budaya Banjar,” jelas H. Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menyampaikan bahwa Kongres Kebudayaan Banjar akan terus dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.
“Ulun (saya) berharap dapat bertemu kembali dengan abah dan uma dari pamadaman (peratauan) di Kongres III,” jelas H. Rudy Ariffin yang akan mengakhiri masa jabatannya pada bulan Juni esok.
Selain ucapan selamat dan terima kasih kepada para peserta dan panitia, Gubernur juga kembali menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan Kongres Kebudayaan Banjar ini kali yang merupakan kelanjutan dari Kongres I.
“Pada kongres I, kita telah bisa memunculkan kembali batang tarandam (budaya Banjar-red), sedangkan Kongres II ini dimaksudkan untuk memoles batang yang sudah muncul tersebut untuk diarahkan,” tandas H. Rudy Ariffin.
Meskipun menyebutkan hasil dari Kongres, namun secara eksplisit Gubernur, H. Rudy Ariffin tidak menyebutkan hasil dari Kongres.
“Poin-poin kesimpulan dari Kongres masih belum ditabulasikan,” tutur salah satu panitia pada kesempatan lain.
Secara umum, Melayuonline.com mencatat bahwa Kongres ini kali memang merupakan sebuah peristiwa penting. Namun, penyajian dan persoalan teknis acaranya masih belum dikemas secara komprehensif, akibatnya di beberapa kesempatan tampak koordinasi antara panitia dan peserta kurang maksimal.
“Namun, secara umum, Kongres II ini merupakan loncatan besar dan memang diperlukan oleh budaya Banjar. Semoga Kongres III akan lebih maksimal,” jelas Taufik Arbain, M.Si., Koordinator Panitia Persidangan dan Acara kepada Melayuonline.com.
Baik peserta maupun panitia, dalam acara penutupan Kongres ini, mengharapkan agar Kongres II ini dapat menghasilkan produk-produk hukum mengenai perlindungan dan pengembangan budaya Banjar seperti yang pernah dikeluarkan pada tahun 2009 lalu. Sebagaimana diketahui, tahun lalu memang Pemerintah Provinsi Kalsel telah menelurkan 3 Perda, yakni Perda no 6, 7 dan 8 yang berisi tentang upaya pelestarian dan penjagaan unsur-unsur budaya seperti bahasa, seni, dan arsitekstur khas Banjar.
Opera van Banjar
Kongres Kebudayaan Banjar II ini, meskipun secara simbolik dan resmi tidak ditutup oleh Gubernur Kalsel seperti halnya pembukaan, namun ditandai dengan penampilan Opera van Banjar. Opera ini berlangsung sejak pukul 20.00 dan berakhir sekitar pukul 23.00 WITA.
Opera yang berlangsung semarak dengan tata panggung yang dikemas dengan citra perkampungan Banjar ini, ditampilkan dengan maksud untuk menghibur hadirin sekaligus menjadi salah satu penanda gambaran Kebudayaan Banjar saat ini.
“Percakapan opera ini disajikan secara total dengan bahasa Banjar dan dengan melibatkan pemuda dan pemudi Banjar,” jelas show director, Hj. Yeyen Yustan.
Unsur bahasa, lanjut Yeyen, menjadi unsur yang paling mendominasi sekaligus bisa dinikmati secara langsung oleh penonton.
Opera van Banjar bercerita tentang hubungan percintaan sepasang muda-mudi Banjar dengan latar budaya tradisional dan urban. Utuh Agak adalah tokoh yang pernah mengeyam pendidikan kota sedangkan Siti Ropeah adalah gadis kampung yang terpesona dengan lagak Utuh Agak.
Peragaan busana dan pakaian pengantin khas Banjar
Pagelaran opera ini disemarakkan dengan iringan musik pentatonik yang melibatkan panting, seni musik tradisional Banjar, serta seni musik modern. Keistimewaan lain dari pertunjukan ini adalah selingan sajian tari, peragaan busana serta peragaan busana pengantin khas Banjar. (ATP/brt/24/04-10)
Sumber Foto: Koleksi Melayuonline.com (Fotografer: Aam Ito Tistomo)