Friday, 24 April 2026 |Friday, 7 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today
:
6.062
Yesterday
:
18.047
Last week
:
7.342.256
Last month
:
101.098.282
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
06 juli 2010 06:20
Milad BKPBM ke-7 Dirayakan dengan Hening
Yogyakarta, MelayuOnline.com – Sederhana namun menyimpan makna yang dalam. Kesan itulah yang terpancar dari acara Peringatan Milad BKPBM ke-7 yang digelar di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) pada Minggu, 4 Juli 2010.
Dalam acara tersebut hadir Dr. Mohd. Sharifudin Yusop, staf pengajar di Department of Malay Language, Fakulti Bahasa Modern dan Komunikasi, Universitas Putra Malaysia, yang sekaligus menjadi konsultan BKPBM, staf BKPBM dan penerbit Adicita Grup, serta beberapa penari dari Sanggar Tari Kayuh Baimbai dan anggota grup musik Panting Dendang Banua. Dua yang disebutkan terakhir ini merupakan kelompok yang berada di bawah naungan Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Tarian Baksa Kembang, yang dipersembahkan oleh para penari Sanggar Tari Kayuh Baimbai dan diiringi musik dari grup Panting Dendang Banua, membuka acara tersebut. Alunan musik berpadu dengan gerakan para penari ditampilkan di hadapan hadirin. Tarian ini menjadi sebuah persembahan dan pembukaan yang indah. Tarian Baksa Kembang berasal dari Suku Banjar, Kalimantan Selatan. Baksa Kembang adalah sebuah tarian untuk menyambut tamu agung yang berkunjung. Kemudian acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Mohd Sharifudin Yusop dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pemangku BKPBM Datuk Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra, SH., MM.
Dalam sambutannya, Pemangku BKPBM mengatakan, acara peringatan milad kali ini bukan merupakan bentuk perayaan apalagi sebuah hura-hura. Peringatan milad yang ke-7 ini merupakan bentuk refleksi atas perjalanan tujuh tahun berdirinya BKPBM.
Sudah tujuh tahun perjalanan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu memanggul cita-cita luhur yaitu menggali, mengembangkan, dan mengumpulkan seluruh mozaik Melayu yang tersebar di berbagai belahan dunia. Perjalanan BKPBM dalam rentang waktu ini adalah perjalanan yang belum lama, namun juga bukan perjalanan dalam waktu yang pendek. Dalam kesempatan milad itulah refleksi dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui apa-apa yang telah dilakukan dan apa-apa yang belum dilakukan. Peringatan milad adalah tumakninah, jeda dalam hening untuk kembali mengevaluasi semuanya.
Titik penting peringatan milad ini, selain sebagai upaya refleksi, adalah wujud rasa syukur atas semua yang telah diberikan Tuhan. Selama tujuh tahun perjalanan lembaga ini, tentu saja banyak yang telah dilakukan. Hal itu bukan pekerjaan yang mudah dan tanpa menguras energi bahkan materi. Rasa syukur ini dilanjutkan dengan mengajukan kembali proposal hidup. Artinya, menyusun rencana-rencana dalam perjalanan BKPBM ke depan setelah melakukan evaluasi maupun re-evaluasi kerja-kerja yang selama ini telah dilakukan.
Di akhir sambutannya, Mahyudin Al Mudra, SH., MM., juga menyampaikan harapannya tentang keberlangsungan lembaga BKPBM. Cara menjaga keberlangsungan lembaga inilah yang saat ini sedang dipikirkan, jika bukan meresahkan, beliau. Karena, bagaimanapun operasional lembaga ini memakan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, beliau memohon semua pihak untuk bahu-membahu, terlebih membantu pembiayaan operasional demi menjaga keberlangsungan lembaga dalam mengembangkan kebudayaan Melayu.
Acara peringatan milad BKPBM memang tidak mengundang pihak luar, ini sebuah acara peringatan sederhana yang disellenggarakan untuk bersama-sama merenung dan berdoa. Bahkan, Dr. Aris Arif Mundayat, yang menjadi salah satu konsultan BKPBM, terpaksa melewatkan acara ini karena tugas mengajar di luar negeri.
Bertepatan dengan milad lembaga ini, Mahyudin Al Mudra, atau yang akrab disapa Bang MAM, memperingati ulang tahunnya yang ke-52. Ini kali Bang MAM mendapat kejutan. Kejutan itu berupa kado dua buah buku ucapan selamat ulang tahun dari relasi BKPBM serta dari staf BKPBM sendiri. “Ini merupakan kerja yang tanpa sepengetahuan saya. Saya sendiri tidak tahu kapan buku ini dikerjakan. Terima kasih,” kata Bang MAM.
Di penghujung acara, yakni pemberian hadiah milad kepada Bang MAM dari konsultan BKPBM, Dr. Mohd. Sharifudin Yusop. Selanjutnya, BKPBM menyerahkan cenderahati kepada Sanggar Tari Kayuh Baimbai dan Grup Musik Panting Dendang Banua sebagai wujud tali kekeluargaan dengan kedua kelompok ini.
Acara ditutup dengan tarian Rindu-rindu oleh Sanggar Tari Kayuh Baimbai. Barangkali, seperti tarian Rindu-rindu itu, seluruh yang hadir dalam acara milad kali ini terus terkenang dan akan merindukan nuansa yang sama di acara yang lain.
(Mujibur Rohman/brt05/07-2010)
Sumber Foto: Koleksi BKPBM (Fotografer: Aam Ito Tistomo)