Thursday, 28 May 2026 |Thursday, 11 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 1.305
Today
:
27.244
Yesterday
:
33.808
Last week
:
221.971
Last month
:
15.288.374
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
01 sepember 2010 04:44
Rumah Singkawang Dianggarkan Rp700 Juta
Singkawang, Kalbar - Pembangunan Rumah Adat Melayu di Jalan Alinyang, Singkawang Barat, hingga saat ini masihterbengkalai meski telah dianggarkan sebesar Rp700 juta.
"DPRD Singkawang telah memasukkan biaya tersebut dalam APBD 2010," kata Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumian, Minggu.
Dia berharap dana itu dapat melanjutkan kembali pembangunan Rumah Adat Melayu tersebut. Ia menjelaskan, tahun 2007 proyek pembangunan Rumah Adat Melayu itu mendapatkan anggaran sekitar Rp500 juta. Namun dana tersebut tidak mencukupi karena saat dilakukan pembangunan harga bahan bangunan sudah melambung tinggi akibat krisis ekonomi.
Ia menambahkan, semua elemen masyarakat sangat mendukung pembangunan Rumah Adat Melayu di Kota Singkawang. Dia berharap adanya tambahan dana dari APBD Singkawang sehingga pembangunan Rumah Adat Melayu itu dapat terus berjalan.
Menurut Anggota Komisi A DPRD Kota Singkawang itu, pemkot setempat sudah mendukung sepenuhnya terhadap pembangunan Rumah Adat Melayu karena semakin menambah kekayaan aset budaya di kota tersebut.
Sumian berharap dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan yang diperlukan. "Memang dana tersebut masih kurang untuk mewujudkan pembangunan Rumah Adat Melayu. Tetapi secara bertahap untuk tahun-tahun mendatang, diupayakan untuk dianggarkan kembali sesuai kemampuan keuangan daerah," katanya.
Dia menyadari semua pihak menginginkan agar pembangunannya dapat segera terwujud. Pembangunan Rumah Adat Melayu di Kota Singkawang yang dimulai sejak Januari 2009 untuk sementara terhenti karena ketiadaan dana.
Ketua Pelaksana Pembangunan Rumah Melayu Kota Singkawang, Elmin, mengatakan dana bantuan dari Pemkot Singkawang yang diterima panitia pembangunan pada tahun 2007 yang lalu sebesar Rp500 juta.
Pada awalnya dana pembangunan itu untuk membangun pondasi dan pendirian tiang. Pembangunan baru dilakukan pada tahun 2009 dan harga barang bangunan naik."Bantuan itu hanya bisa membangun pondasi," kata Elmin.