Tuesday, 16 June 2026 |Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Online Visitors : 896
Today
:
13.412
Yesterday
:
17.248
Last week
:
184.896
Last month
:
9.252.016
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
18 sepember 2010 04:10
Pukul Sapu, Tradisi Setelah Lebaran
Maluku - Beragam tradisi dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri. Satu di antaranya Pukul Sapu, seperti yang digelar di Maluku Tengah. Dalam tradisi itu, dua kelompok pemuda saling menyabetkan batang lidi hingga meninggalkan luka di sekujur tubuh.
Ritual Pukul Sapu digelar setiap 7 Syawal. Biasanya, dua kelompok pemuda berseragam merah dan putih, saling berhadapan bersenjatakan batang lidi dari pohon enau. Mereka saling menyabetkan batang lidi tersebut secara bergantian dengan gerakan maju mundur mengikuti irama gendang.
Tak ada kemarahan, apalagi dendam, meski tubuh dipenuhi goresan darah. Sebab, tradisi ini justru digelar untuk mempererat persatuan sekaligus mengenang jasa pahlawan dalam mengusir penjajahan Belanda.
Tradisi pukul sapu dipercaya lahir pada zaman penjajahan Belanda. Dulu yang memainkan Pukul Sapu adalah para kapitan dari seluruh pelosok Maluku saat berusaha mempertahankan Benteng Kapahaha dari serbuan Belanda.(ULF)