Thursday, 7 May 2026   |   Thursday, 20 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 702
Today : 14.750
Yesterday : 40.787
Last week : 192.091
Last month : 15.288.374
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

25 oktober 2010 08:01

Tari Zapin dan kain Tenun Pukau Penonton di Swiss

Tari Zapin dan kain Tenun Pukau Penonton di Swiss

Bern, Swiss - Tari Zapin Rapai Geleng, tari tradisional asal Aceh Selatan, yang dibawakan oleh 16  penari anggota grup Cinta Nusantara (Citra), mendapat tepuk tangan meriah dari 350 undangan pada Resepsi dan Pagelaran Budaya “The Heritage of Indonesia”, Kamis  (21/10/2010) malam.

Acara yang digelar dalam rangka HUT ke-65 Kemerdekaan Indonesia  tersebut terselenggara atas kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Verein Indonesia Schweiz (VIS), dan Grup CITRA  binaan Jenderal (Purn) Agum Gumelar. Tamu undangan yang terdiri atas  unsur korps diplomatik, pejabat pemerintah, kalangan pengusaha, akademisi, pers dan media, biro perjalanan, dan friends of Indonesia, memadati aula Hotel National, Bern, Swiss.

Siaran pers dari KBRI Bern Swiss, Sabtu (23/10), menjelaskan bahwa  pagelaran budaya “The Heritage of Indonesia” ini ditujukan untuk mempromosikan keragaman seni dan budaya Indonesia, khususnya di Swiss, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Swiss.

Sekitar 48 artis muda asal Indonesia membawakan berbagai macam tari tradisional, di antaranya tari Nandak Ganjen asal DKI Jakarta, tari Topeng asal Jawa Barat, tari Zapin asal Sumatera, tari Piring asal Sumatera Barat, tari Jaipong asal Jawa Barat, dan ditutup dengan tari Zapin Rapai Geleng dari Aceh Selatan, yang menjadi favorit para tamu undangan. Para undangan juga  menyaksikan fashion show kain Tenun dan presentasi pembuatan kain Tenun asal Nusa Tenggara Timur.

Pagelaran budaya “The Heritage of Indonesia” merupakan sepotong gambaran dari keragaman dan keindahan budaya Indonesia. Acara diawali dengan resepsi, di mana para tamu dijamu dengan hidangan khas Indonesia, seperti sate ayam, nasi goreng, mie goreng, dan rempeyek. Acara dilanjutkan dengan pemutaran film promosi budaya dan pariwisata Indonesia.

Sambutan Dubes

Duta Besar (Dubes) RI untuk Swiss, Djoko Susilo, memberikan kata sambutan pada acara tersebut. Dia antara lain  menjelaskan kepada para tamu seputar keindahan alam dan keragaman seni dan budaya Indonesia, serta mengajak para tamu untuk mengunjungi Indonesia agar dapat menyaksikan secara langsung keragaman seni dan budaya tersebut.

Lebih lanjut, para tamu juga dihibur dengan penampilan dari Daeng Udjo, yang membawakan lagu-lagu tradisional dan internasional, seperti Bohemian Rapsody, dan Keroncong Kemayoran, dengan diiringi alunan musik angklung. Selanjutnya, Daeng Udjo mengajak para tamu untuk ikut memainkan angklung dan mengiringi mereka dalam memainkan beberapa lagu populer.

Para tamu yang hadir menyatakan sangat terpukau dan kagum akan keindahan seni budaya Indonesia, yang cuplikannya mereka saksikan pada pagelaran budaya “The Heritage of Indonesia” di Bern, Swiss. Pagelaran budaya “The Heritage of Indonesia” ini juga  digelar di Basel, Sabtu (23/10) malam.

Sumber: http://www.surya.co.id


Read : 2.996 time(s).

Write your comment !