You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
30 oktober 2010 02:09
Desa Nyuh Tebel Gelar Ritual Magis
Amlapura, Bali -Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem menggelar ritual magis "Sesabukan Poleng" yang merupakan warisan di zaman Kerajaan Majahpahit.
"Ritual mempersembahkan ’labaan’ atau menghaturkan sesajen untuk ratusan ’Sesabukan Poleng’ yang disimpan di Pura Majahpahit itu dilaksanakan setiap hari raya Kajeng Kliwon, " kata Ketua Adat Nyuh Tebel, I Wayan Suara, Selasa.
Saat ini, kata Suara, keberadaan upacara "ngelabaang" atau menghaturkan sesajen itu hingga kini masih dilestarikan. " Maksud upacara "ngelabaang" itu adalah untuk menyucikan barang magis itu," jelasnya.
Keunikan dalam tradisi upacaraini, kata Suara, warga sekaligus keturunan para prajurit Majahpahit berisi acara berebutan daging ayam yang dihaturkan sebelumnya. Setelah usai berebutan daging ayam, mereka langsung mengangkat keris yang artinya daging ayam yang diperolehnya itu tidak boleh direbut lagi.
"Magisnya, jika ada yang tidak dapat bagian, maka akan adanadaaneh pada pemegang ’sesabukan poleng’ tersebut," katanya.
Ia mengatakanpada zaman dahulu warga Nyuh Tebel merupakan prajurit perang Majapahit asal Desa Seraya yang kemudian pindah ke Nyuh Tebel.
Diakui, zaman itu prajurit dari Nyuh Tebel pernah membuktikan keampuhan sesabukan polengnya saat Karangasem menaklukan Kerajaan Selaparang, Lombok. "Sampai kini sesabukan poleng ini masih ada. Dan diyakini mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat," jelasnya.
I Nengah Rastika, salah satu tokoh adat Nyuh Tebel mengatakan, warisan "Sesabukan Poleng" ini berupa kain ikat dengan motif berkotak-kotak warna hitam dan putih. Kain yang diyakini memiliki nilai magis tersebut diakui sebagai warisan leluhur warga Nyuh Tebel.
"Keberadaan kain ini sangat disakralkan karena diyakini memiliki kekuatan gaib yang luar biasa," ujar Rastika.
Menurutkeyakinan warga, jelas Rastika hingga kini masih ada ratusan sisa prajurit Majapahit yang terpilih karena mewarisi "Sesabukan Poleng" dari prajurit majapahit jaman kerajaan dahulu.
Kata dia, "Sesabukan poleng" diyakini memiliki kekuatan magis yang menyebabkan pemiliknya sakti tiada tertandingi. "Pemegang "Sesabukan Poleng" dari jaman Majapahit ini juga diyakini kebal akan senjata, " jelasnya.
Untuk menjaga nilai magis "Sesabukan Poleng", para pemegang melakukan upacara "Ngelabaang Sesabukan Poleng" yang dilakukan setiap Kajeng Kliwon.