Monday, 22 January 2018   |   Monday, 5 Jum. Awal 1439 H
Online Visitors : 3.630
Today : 29.549
Yesterday : 36.291
Last week : 311.430
Last month : 128.832
You are visitor number 104.229.127
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

18 november 2010 07:28

Puro Pakualaman Usulkan PA VIII Sebagai Pahlawan Nasional

Puro Pakualaman Usulkan PA VIII Sebagai Pahlawan Nasional

Melayuonline.com – Kerabat Puro Pakualaman mengusulkan penetapan KGPAA Paku Alam VIII Al Haj sebagai Pahlawan Nasional. Usulan penetapan Sri Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional tersebut disampaikan dalam kegiatan khaul akbar (peringatan tahunan) pendiri Pakualaman mulai dari KGPAA Paku Alam I sampai dengan KGPAA Paku Alam VIII Al Haj di Bangsal Sewatama Puro Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (18/11).

Ketua Panitia khaul akbar, Ir.KPH.H. Widjojokusumo mengatakan kegiatan khaul akbar ini selain mengumpulkan “balung pisah” trah KGPAA Paku Alam I hingga KGPAA Paku Alam VIII Al Haj, yang tersebar di seluruh tanah air, juga dilakukan penetapan usulan KGPAA Paku Alam VIII atau Sri Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional. Menurut Widjojokusumo, Paku Alam VIII merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Bersama Sultan Hamengku Buwono IX, Paku Alam VIII pernah mengeluarkan Amanat 5 September 1945 yang berisikan dukungan terhadap Kemerdekaan RI dan Pakualaman bersama Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari NKRI sebagai daerah istimewa.

Duet kepemimpinan HB IX dengan PA VIII merupakan dwitunggal bagi keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama HB IX berkiprah di tingkat nasional sebagai menteri hingga Wakil Presiden RI 1973-1978, PA VIII menjadi penjaga gawang Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wakil kepala daerah,” ungkap putra ragil PA VIII ini.

Menurutnya, selama 53 tahun mengabdi tiada henti, Sri Paku Alam VIII beberapa kali menjabat posisi strategis bahkan oleh pemerintah PA VIII mendapat anugerah tanda jasa seperti Bintang Gerilya, Bintang Bhayangkara Klas III Nararya dan berbagai bintang jasa lainnnya. Sri Paku Alam VIII yang lahir 10 April 1910 ini layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional mengingat kedudukan wakil kepala daerah yang pernah diembannya hingga 1988 saat HB IX wafat, yang kemudian pemerintah menetapkan Sri Paku Alam VIII sebagai pejabat Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta setelah HB IX wafat. Jabatan gubernur itu diembannya selama 10 tahun sampai meninggal pada 11 September 1998. Empat bulan sebelum wafat, tepatnya 20 Mei 1998, Sri Paku Alam VIII ikut aktif dalam gerakan reformasi bersama Sri Sultan HB X.

Sementara, Pelindung kegiatan khaul akbar, KPH.H.Anglingkusumo mengatakan kegiatan khaul akbar ini juga diselenggarakan untuk mendoakan bangsa Indonesia khususnya Yogyakarta agar terbebas dari segala bencana. "Saya selaku yang ditunjuk dan dituakan dalam rangkaian Khaul ini mengharap agar seluruh kerabat Puro Pakualaman bisa Mendhem Jero Mikul Duwur, serta senantiasa berdoa dan berserah diri, agar seluruh warga dijauhkan dari bencana baik secara lahir maupun bathin," katanya.

Dalam rangkaian kegiatan Khaul ini, panitia juga akan mengadakan pagelaran wayang kulit pada Kamis (18/11) malam dan ziarah ke makam KGPAA Paku Alam I hingga KGPAA Paku Alam IV di Kotagede Yogyakarta dan KGPAA Paku Alam V hingga KGPAA Paku Alam VIII di Girigondo Kulonprogo pada Jumat (19/11).**(Eko Wahyu)


Read : 2.866 time(s).

Write your comment !