Sunday, 26 April 2026   |   Sunday, 9 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 527
Today : 12.266
Yesterday : 23.172
Last week : 7.342.256
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

04 sepember 2007 05:41

29 Tahun SDN Pulau Komodo Tanpa Guru Agama

29 Tahun SDN Pulau Komodo Tanpa Guru Agama

Labuan BajoSelama 29 tahun, sejak tahun 1978 sampai sekarang, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulau Komodo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tidak memiliki guru agama Islam. Padahal, semua murid beragama Islam. Hal ini sudah disampaikan kepada pemerintah melalui dinas pendidikan, tapi tidak digubris sampai saat ini.

Kepala SDN Pulau Komodo, Muharam Ramu mengatakan itu di Pulau Komodo, Sabtu (1/9/2007). Ramu menjelaskan, sejak ia mengabdi di sekolah itu sampai saat ini proses belajar mengajar tanpa guru agama. Ketiadaan guru agama ini, kata Ramu, tidak mempengaruhi mutu pelajaran bidang studi agama.

"Sejak saya tugas di sekolah ini memang tidak ada guru agama yang membidangni langsung pelajaran agama Islam, namun karena semua murid di sini beragama Islam, maka tidak begitu pengaruh terhadap pelajaran itu," kata Ramu.

Ditanya soal prestasi atas ketiadaan guru agama Islam di sekolah, Ramu mengatakan, ketiadaan guru bidang studi agama Islam sebenarnya bukan menjadi persoalan yang mendasar, sebab untuk mengantisipasi kondisi itu ia memutuskan beberapa guru umum mengajar agama Islam. "Ya, kalau tidak begitu maka anak-anak ini tidak tahu tentang pelajaran agama. Untuk itu, saya minta beberapa guru umum untuk memberikan les agama Islam," katanya.

Tentang jadwal mengajar bagi guru umum, Ramu mengatakan, sudah diatur sehingga tidak bertabrakan jamnya dengan pelajaran utama guru yang bersangkutan, apalagi untuk mengajar agama ini harus melayani 232 siswa secara keseluruhan yang terbagi dalam enam ruang kelas.

Mengenai upaya dari sekolah untuk mengatasi ketiadaan guru agama Islam, Ramu mengakui ia sudah beberapa kali mengajukan permohonan dan meminta kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan Mabar dan juga Departemen Agama Mabar di Labuan Bajo, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

Sumber : www.indomedia.com
Kredit foto : www.indo.ausaid.gov.au


Read : 5.265 time(s).

Write your comment !