Saturday, 22 August 2026 |Saturday, 8 Rab. Awal 1448 H
Online Visitors : 664
Today
:
11.428
Yesterday
:
24.647
Last week
:
178.006
Last month
:
11.454.048
You are visitor number 105.216.314 Since 01 Muharam 1428 ( January 20, 2007 )
AGENDA
No data available
News
29 maret 2011 02:01
Balikpapan Punya Kesenian Lokal
Balikpapan, Kaltim - Sekretaris Lembaga Adat Paser, Ahmad Noer membantah kalau Balikpapan tidak memiliki budaya dasar dan kesenianlokal. Menurutnya, justru suku Paser yang merupakan salah satu suku asli di Kota Beriman memiliki puluhan tari dan berbagai adat istiadat yang sampai kini tetap terjaga kelestariannya.
“Kami jelas memiliki kesenian lokal,” kata Noer yang menyambangi redaksi Balikpapan Pos di Gedung Biru, kemarin.
Noer yang datang bersama Ketua Lembaga Adat Kutai Abdul Rahim, Penasehat Lembaga Adat Awang Harbin, dan Lembaga Adat Dayak Kenya Deni menegaskan, bahwa tari Rindang Kumantis yang diciptakan oleh Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) hanya sebuah tarian kreasi dan bukan tarian khas Balikpapan.
Dia mengutarakan, untuk tarian lokal lanjut Noer ada makna dan daya magis di dalamnya. “Sebab para leluhur dulu menciptakan sebuah tarian melalui berbagai upacara dan tahapan yang penuh magis. Sehingga adat benar-benar dijaga kelestariannya,” terang Noer.
Sementara itu, Abdul Rahim mengumpamakan bahwa adat itu seperti kitab Alquran yang rusak, yakni dibaca tidak bisa tapi dilangkahi tidak boleh. Begitu juga dengan adat, dimana dibaca tidak terlihat dan dilanggar tidak boleh karena bisa kualat.
Karena tarian merupakan bagian adat istiadat, lanjut Rahim, maka tidak bisa diklaim begitu saja sebagai ciri khas suatu daerah. Dia beranggapan, Balikpapan sendiri sudah ada empat unsur dasar budayayakni Kutai, Paser, Dayak, dan Banjar.
“Silahkan menciptakan tarian baru, tetapi belum tentu bisa diklaim sebagai tarian khas Balikpapan,” ujar Rahim.
Rencananya para empat unsur budaya dasar ini akan menciptakan sebuah tarian yang dinamakan tarian kemakmuran. Tarian ini sudah mendapatkan persetujuan dan dukungan para tetua adat, dan saat ini sedang dilakukan penggarapan.