Sunday, 19 April 2026   |   Sunday, 2 Dzulqaidah 1447 H
Online Visitors : 0
Today : 1.815
Yesterday : 26.672
Last week : 249.242
Last month : 101.098.282
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

06 sepember 2007 04:58

Gubernur Nusa Tenggara Barat Menerima Penghargaan dari Keraton Surakarta dan Kerajaan Gowa

Gubernur Nusa Tenggara Barat Menerima Penghargaan dari Keraton Surakarta dan Kerajaan Gowa

Mataram- Tahun ke-4 tahun kepemimpinan Drs. H. L. Serinata dan Drs. H. Bonyo Thamrin Rayes, di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi Gubernur NTB, Drs. H. L. Serinata. Pasalnya, Gubernur mendapatkan dua penghargaan kehormatan sekaligus dari Yayasan Pakoe Boewono XII Keraton Surakarta Solo, Jawa Tengah dan Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari Yayasan Pakoe Boewono XII, Gubernur menerima anugerah keris pusaka Kyai Rojo Nogo, peninggalan zaman Kerajaan Mataram Sultan Agung dengan pamor Daringan Kebak. Daringan Kebak berarti simbol kepemimpinan, kejayaan, panutan dan kemakmuran. Hal tersebut dilihat dari sejumlah keberhasilan yang diperoleh Gubernur NTB selama memimpin NTB selama ini, termasuk mengembangkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Keris pusaka tersebut diserahkan langsung Sekretaris/Bendahara Yayasan Pakoe Boewono Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Gunarso G. Kusumodiningrat. Alasan penganugerahan keris pusaka menurut KPH Gunarso G. Kusumodiningrat, karena Gubernur NTB merupakan tokoh kebangkitan dan pelestarian budaya yang bersumber di keraton nusantara.

Gubernur juga menerima mahkota kebesaran dari Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan. Penyerahan mahkota kebesaran dari Kerajaan Gowa tersebut diserahkan langsung Raja/Maha Muda Andi Kumala Daeng Sila Karaengta Lembang Parang. Pemberian mahkota ini sebagai upaya merekatkan hubungan persaudaraan antara Kerajaan Gowa dan masyarakat NTB. Apalagi, di zaman dahulu antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan di Lombok sudah ada hubungan. Hal ini bisa dilihat dengan adanya perkawinan salah satu putra dari Kerajaan Gowa dengan putri kerajaan dan menjadi Raja Muda di Sakra (daerah asal Gubernur NTB).

Gubernur NTB, Drs. H. L. Serinata dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan yang diterima merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan.

Sumber : www.suarantb.com
Kredit foto : lomboknews.wordpress.com


Read : 3.467 time(s).

Write your comment !